Rabu, 06 Juni 2018

TABELA


BUDIDAYA PADI TANAM BENIH LANGSUNG, ALTERNATIF POTENSIAL MENGATASAI KEKERINGAN DI SAWAH IRIGASI TERBATAS

Ketersediaan air merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktifitas dan produksi padi di Nusa Tenggara Barat. Hal ini disebabkan fenomena iklim yang tidak menentu. Seperti periode hujan yang semakin singkat, curah hujan tahunan yang cenderug menurun dan pendistribusian hari-hari hujan tidak merata. Kondisi ini menyebabkan denit air di sumber-sumber irigasi seperti bendungan dan embung semakin berkurang. Oleh karena itu dibutuhkan strategi yang jitu untuk mengatasi persoalan yang ada. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah merubah cara tanaman dari tanam pindah menjadi tanam benih langsung (TABELA); pengelolaan air basah kering (intermitten); dan penanaman varietas unggul toleran kekeringan (darught tolerant). Ketiga komponen ini akan semakin efektif apabila dirakit dalam satu paket teknologi yang bersinergi bersama komponen budidaya padi lainnya.
Apabila komponen teknologi tabela diterapkan sesuai rekomendasi, pada umumnya produktivitas padi tabela tidak berbeda dengan produktifitas padi tanam pindah bahkan lebih tinggi karena pada tabela terdapat fase tanaman tanpa genangan yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.
Tabela basah adalah teknik bertanam padi dengan menanam benih langsung pada sawah irigasi yang tanahnya diolah secara basah hingga melumpur, pengelolaan air diatur sesuai pertumbuhn tanaman dengan komponen teknologi sebagai berikut:
1.      Persiapan lahan
2.      Pemilihan varietas
3.      Perlakuan benih
4.      Penanaman
5.      Pengelolaan air
6.      Pengendalian gulma
7.      Pemupukan
8.      Pengendalian hama penyakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persiapan Iktikaf

InsyAllah pada hari jum'at 15 maret 2024 ini Aku akan pergi melaksanalan indah iktikaf di masjid Yang mana indah ini adalah yang pertama...