Perkembangan
dan Pengertian Tanah
Pemahaman
fungsi tanah terus berkembang sejak peradaban manusia mulai beralih dari
manusia pengimpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai
melakukan pemindahtanaman pangan/no pangan ke areal dekat mereka tinggal. Pada
tahap selanjutnya mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia
nutrisi bagi tanaman tersebut. Dibanyak kota besar terjadi benturan antara
kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan
kebutuhan lahan pertanian, yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan
pertanian yan produktif semata-mata karena alasana finansial.
Definisi
menurut Darmawijaya (1990) lebih menitiberatkan ilmu tanah sebagai ilmu
pengetahuan alam murni atau disebut sebagai definisi pedologis (pedo= gumpal
tanah) yaitu: 1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang
kajian genesis tanah dan 2) nama-nama, sistematik, sifat kemampuan dan
penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang klasifikasi dan
pemetaan tanah.
Pemahaman
tanah sebagai media tumbuh tanaman pertma kali ditemukan oleh Dr. H.L. Jones
dari Cornell University Inggris, yang
mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi
pertanian yang seekonomis mungkin. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur)
Kajian
edapholgi ini antara lain meliputi kesuburan tanah, konservasi tanah dan air,
agrohidrologi, pupuk dan pemupukan, ekologi tanah dan bioteknologi tanah,
sedangkan meragkum kajian pedologi dan edaphologi sekaligus antara lain
meliputi pengelolaan tanah dan air, evaluasi kesesuaian lahan dan tata guna
lahan, pengelolaan tanah raw, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Tanah
sebagai media tumbuh empunyai empat fungsi utama, yaitu:
1.
Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
yang mempunyai dua peran, yaitu:
a.
Penyokong tegak-tumbuhnya trubus
(bagian atas) tetanaman dan
b.
Sebagai penyerap zat-zat yang
dibutuhkan tetanaman
2.
Penyadia kebutuhan primer tanan untuk
melaksanakan aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi, meliputi air, udara dan
unsur-unsur hara.
3.
Penyedia kebutuhan sekunder tanaman
yang berfungsi dalam menunjang aktifitasnya supaya berlangsung optimum,
meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora.
4.
Habitat biota tanah dalam penyedia
kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut maupun yang berdampak negatif
karena merupakan hama penyakit tanaman. (Hanafiah, Kemas. 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar