Jumat, 01 Juni 2018

tanah


Perkembangan dan Pengertian Tanah


Pemahaman fungsi tanah terus berkembang sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengimpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindahtanaman pangan/no pangan ke areal dekat mereka tinggal. Pada tahap selanjutnya mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. Dibanyak kota besar terjadi benturan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian, yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yan produktif semata-mata karena alasana finansial.
Definisi menurut Darmawijaya (1990) lebih menitiberatkan ilmu tanah sebagai ilmu pengetahuan alam murni atau disebut sebagai definisi pedologis (pedo= gumpal tanah) yaitu: 1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah dan 2) nama-nama, sistematik, sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang klasifikasi dan pemetaan tanah.
Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertma kali ditemukan oleh Dr. H.L. Jones dari Cornell  University Inggris, yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur)
Kajian edapholgi ini antara lain meliputi kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, agrohidrologi, pupuk dan pemupukan, ekologi tanah dan bioteknologi tanah, sedangkan meragkum kajian pedologi dan edaphologi sekaligus antara lain meliputi pengelolaan tanah dan air, evaluasi kesesuaian lahan dan tata guna lahan, pengelolaan tanah raw, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Tanah sebagai media tumbuh empunyai empat fungsi utama, yaitu:
1.    Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran, yaitu:
a.    Penyokong tegak-tumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman dan
b.    Sebagai penyerap zat-zat yang dibutuhkan tetanaman
2.    Penyadia kebutuhan primer tanan untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun  untuk berproduksi, meliputi air, udara dan unsur-unsur hara.
3.    Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktifitasnya supaya berlangsung optimum, meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora.
4.    Habitat biota tanah dalam penyedia kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama penyakit tanaman. (Hanafiah, Kemas. 2008).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persiapan Iktikaf

InsyAllah pada hari jum'at 15 maret 2024 ini Aku akan pergi melaksanalan indah iktikaf di masjid Yang mana indah ini adalah yang pertama...