Rabu, 30 Mei 2018

Macam-macam hidroponik


MACAM-MACAM HIDROPONIK

Pertanian merupakan ilmu yang dapat dipraktikan langsung. Pada tahun ini pertanian semakin diperluas dan ilmu-ilmu yang digunakan selalu bisa menjawab segala permasalahan yang kerap terjadi di masyarakat.
Kota besar sudah mengalami pergesaran fungsi lahan-lahannya, oleh karena itu banyak kota besar yang tidak memiliki lahan cukup untuk bercocok tanam. Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan adalah hidroponik.
Hidropnik adalah cara bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik mengutamakan air sebagai media pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman pada tiap harinya.
Macam-macam hidroponik :

1.        Wick sistem
Sistem hidroponik ini merupakan sistem yang sering digunakan banyak kalangan, hal ini karena cara pembuatannya yang sangat sederhana dan dapat memanfaatkan limbah yang tidak terpakai. Sistem wick menggunakan kain (flanel) untuk menaikan atau mensirkulasikan nutrisi untuk tanaman atau bahasa sederhananya nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Sistem ini cocok untuk tanaman kecil yang membutuhkan sedikit air. Contohnya seperti sawi dan kangkung.
2.      EBB dan Flow sistem
Sitem yang biasanya disebut pasang surut ini adalah sistem bercocok tanam hidroponik dimana tanaman mendapatkan air, oksigen serta nutrisi melalu pemompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar.  Kemudian nutrisi di kembalikan ke dalam penampungan dan begitu seterunya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer untuk melancarkan sirkulasi yang akan terus menerus berlangsung. Selain itu sitem ini harus menggunkan wadah yang besar dan pengaturan jarak tanam agar pertumbuhan tanaman tidak saling menggangu.
3.      NFT (Nutrient Film Technique) Sistem
Sistem ini merupakan sistem yang populer karena pengaplikasiannya lebih praktis. Sistem ini menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi. Sistem ini akan terus mengalirkan larutan nutrisi melalui aliran air yang tipis. Tumbuhan tumbuh dalam lapisan polietilen dengan akar tanaman terendam dalam iar yang sudah tercampur dengan nutrisi. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada dipermukaan antara larutan nutrisi dan sterofoam. Adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal. Tanaman yang cocok menggunakan sistem ini seoerti selada dan strawberi. 
4.      DFT (Deep Flow Technique) sistem
Sitem ini mirip dengan sistem NFT. DFT merupakan cara menanam tanaman dengan mensirkulasikan larutan nutrisi tanaman secara terus menerus selama 24 jam pada rangkaian aliran tertutup.
5.      Aeroponik sistem
Sistem aeroponik atau sitem pengabutan merupakan cara bercocok tanan yang gampang-gampang susah.  Cara bercocok tanam ini merupakan cara menanam di udara. Maksudnya adalah tanaman akan ditempatkan pada sebuah wadah seperti pipa yang sudah dibolongkan, pada bagiab bolong ini ditempatkan masing-masing tanaman. Sehingga akan terlihat tanaman menggantung diudara tanpa media dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya. Cara ini merupakan cara yang efisien karena akar akan langsung terkena air nutrisi tanpa terbuang-buang. Hal ini disebabkan larutan nutrsi tersebut berbentuk kabut.
6.      Water culture system
Sitem rakit apung adalah sistem dengan akar tanaman terapung di dalam larutan nutrisi. Papan sebagai tempat menaruh tanaman biasanya berbahan sterofoam yang akan berfungsi untuk menahan tanaman agar mengampung. Pompa akan mengatur sirkulasi larutan nutrisi, jika banyak gelembung yang dihasilkan maka suplai oksigen akan tercukupi.
7.      Drip sistem
Sistem tetes merupakan cara yang paling populer yang berkembang di masyarakat. Sistem ini menggunakan timer untuk mengatur pengeluaran air pada tanaman. Pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman. Kekurangan dalam sistem ini adalah perlunya pengecekan rutin terhadap air yang digunakan.


Rabu, 23 Mei 2018

Biogas


BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

Bicara soal energi yang menjadi transenter di zaman now, merupakan topik yang tiada habisnya. Berbagai lini masyarakat bahu membahu untuk menciptakan berbagai energi yang baru dan terbarukan sebagai pengganti energi fosil yang diperkirankan akan habis pada tahun 2050. Salah satunya adalah pemanfaatan biogas.
Biogas merupakan suatu gas yang dihasilkan dari proses fermentasi suatu limbah atau kotoran sapi yang digunakan sebagai bahan. Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Namun demikian kebanyakan bahan organik baik padat atau cair seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternaklah yang biasanya dimanfaatkan untuk sistem biogas sederhana. Jenis bahan organik yang diproses sangat mempengaruhi produktivitas sistem biogas.
Gas metana dapat dihasilkan dari sebuah siklus biogas dalam satu alat biodigester. Siklus biogas ini haruslah diawali dengan proses anaerob atau tanpa udara, hal ini karena bakteri penghasil biogas akan bekerja pada suasana kedap udara tersebut. Adapun proses biogas ini adalah:
1.      Tahap hidrolisis
Tahap ini merupakan tahan yang akan menyerderhanakan bahan-bahan. Ibarat ketika kita akan menyantap suatu makanan, yakni mengunyah makanan hingga lumat, yang mengartikan menyederhanakn bentuk makanan yang besar menjadi terpisah-pisah atau lebih kecil.
2.      Tahap pengasaman.
Tahap kedua yaitu tahap pengasaman dimana terbentuknya bakteri asetogenik, yang dimana tahapan ini menghasilkan produk utama berupa asetat. Pada tahap pengasaman ini terjadi dua tahap yaitu asidogenesis dan asetogenesis. Pada proses asidogenesis merupakan proses pembentukan asam organik, dimana komponen monomer yang terbentuk dari tahap hidrolisis menjadi asam lemak volatile dan CO2. Kemudian penguraian asam lemak volatile menjadi asam asetat dan H2 yang disebut dengan proses asetogenesis. Ibarat ketika sudah mengunyah makanan, maka makanan akan lebih disederhanakan pada usus dan lambung.
3.      Tahap metanogenik
Fase ini merupakan proses akhir dari anaerob dimana terjadi pembentukan gas metan (CH4) dari tahapan sebelumnya asam asetat, CO2 dan H2. Terdapat dua kelompok mikroba dalam bakteri metanogen dalam menghasilkan produksi metan. Ibarat selesai makanan di proses oleh sistem pencernaan. Maka makanan tersebut akan dibawa oleh darah menuju seluruh tubuh kita untuk memberikan kita energi dari hasil yang paling sederhana namun memounyai manfaat yang sangat besar.

Setelah meleawti fase-fase pembentukan gas metana ini. Maka gas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti memasak, menghidupkan lampu, menyalakan generator. Dengan instalasi yang besar perlahan-lahan masyarakat dapat memanfaatkan biogas sebagai energi utama yang akan menggantikan energi fosil. Sebab pada dasarnya energi tidak akan habis, namun akan diubah kebentuk yang lainnya.
Salah satu yang menjadi permasalah biogas adalah masalah limbah biogas atau yang disebut slurry. Slurry memiliki kandunga karbon (COD) yang sudah rendah dan relatif bebas patogen. Oleh karena itu slurry ini dapat dimanfaatkan menjadi:
1.     Pupuk organik cair
Slurry yang digunakan untuk pupuk cair adalah slurry yang tidak berbau dan bewarna gelap. Keunggulan pupuk organik cair ini adalah aman dari pada menggunaan kotoran ternak segar karena sebagian besar bakteri patogen dan gulma yang ada sudah mati dalam proses anaerobik.
2.     Kompos
Pembuatan kompos dengan slurry ini dapat dicampurkan dengan bahan-bahan organik lain yang lebih kering, misalnya jerami, dedaunan kering, sampah rumah tangga dan sebagainya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sampah dapat dibolak balek beberapa kali untuk memastiakn semua bagian terkena cukup oksigen. Pengomposan ini akan berlangsung 1-2 bulan.
3.     Kompos cacing
Pembuatan kompos cacing serupa dengan pembuatan kompos biasa, kemudian campuran ini dipakai sebagai media tumbuh cacing tanah. Cacing yang biasanya digunakan adalah jenis lumbricus rubellus dan eisenia foetida. Proses pengomposan selama 2 minggu. Kompos ini akan menyerupai tanah dengan butiran-butiran kecil yang merupakan kotoran cacing. Setelah kompos terbentuk cacing dan kotoran cacing dipisahkan.
4.     Pakan ikan atau ternak
Pembuatan pakan ikan atau ternak ini hanya ketika bahan biogas sisa-sisa limbaha makanan atau rumah tangga. Jika limbah kotoran sapi atau unggas makan tidak diperkenankan.
Slurry akan memberikan peningkatan poduksi ikan lele. Pemeberian kedalam kolam secara langsung dapat mengurangi tingkat kematian lele dan mengurangi serangan penyakit. Selain itu slurry dapat diolah menjadi pelet dengan pemcampuran ampas tahu, tepung ikan, dll. Selain itu slurry juga digunakan untuk budidaya tanaman lemna rumput bebek, yang kemudian dapat digunakan sebagi campuran pakan ternak.
5.     Media budidaya jamur
Slurry dapat digunakan sebagai campuran media untuk membudidayakan jamur yang akan membantu pertumbuhan jamur lebih cepat dan sehat.

Kamis, 17 Mei 2018

permasalahan dan solusi pada bidang pertanian


Permasalahan dan Solusi Pada Bidang Pertanian
Pertanian adalah salah satu bidang yang sangat mempengaruhi sebuah negara. Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi serta menegola lingkungan hidupnya (wikiedia).  Dalam kegiatan pemanfaatan di bidang pertanian ini sering terjadi berbagai macam permasalahan mulai dari hasil panen yang melimpah namun harganya menurun, yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan petani, permasalahan gagal panen yang akan sangat merugikan berbagai pihak.. selain itu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia yakni :
1.      Kurangnya pentransferan pengetahuan
2.      Kurangnya penyediaan bibit unggul sertapupuk dan obat-obatan hama penyakit dengan harga yang terjangkau
3.      Kurangnya pendistribusian yang aman
4.      Kurangnya peran pemerintah untuk memotivasi petani bahwa usaha tani yang ditekuninya memiliki prospek yang cerah
5.      Kurangnya akses para petani untuk mengetahui perkembangan perdanganan nasional maupun internasional.
Oleh karena itu untuk mengembangkan pertanian yang akan sangat memberikan manfaat, maka diperlukan gerakan-gerakan langsung pemerintah serta berbagi pihak untuk terus emajukan pertanian Indonesia. Untuk para sarjana pertanian agar mau turun ke lapangan mempraktikan ilmu yang telah di dapat dari para pengajar. Selain itu cara-cara yang dapat ditempuh agar pertanian semakin maju adalah:
1.    Menerapkan konsep pertanain terpadu yakni mengadakan pusat pendidikan dan pelatihan terpadu untuk para petani dan berbagai kalangan
2.     Mengadakan pusat data dan informasi agar para petani dengan mudah mengakses berbagai informasi terkini
3.      Mengadakan pusat kajian dan strategi gerakan pembangunan pada desa-desa
4.     Mengadakan pusat pengembangan teknologi tepat guna agar para petani dapat mengoperasikan teknologi-teknolgi yang terbaru
5.     Mengadakan kajian invetasi dan pembiayaan
6.      Membuat sebuah terminal agribisnis pada suatu daerah atau desa

Persiapan Iktikaf

InsyAllah pada hari jum'at 15 maret 2024 ini Aku akan pergi melaksanalan indah iktikaf di masjid Yang mana indah ini adalah yang pertama...