Rabu, 23 Mei 2018

Biogas


BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

Bicara soal energi yang menjadi transenter di zaman now, merupakan topik yang tiada habisnya. Berbagai lini masyarakat bahu membahu untuk menciptakan berbagai energi yang baru dan terbarukan sebagai pengganti energi fosil yang diperkirankan akan habis pada tahun 2050. Salah satunya adalah pemanfaatan biogas.
Biogas merupakan suatu gas yang dihasilkan dari proses fermentasi suatu limbah atau kotoran sapi yang digunakan sebagai bahan. Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Namun demikian kebanyakan bahan organik baik padat atau cair seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternaklah yang biasanya dimanfaatkan untuk sistem biogas sederhana. Jenis bahan organik yang diproses sangat mempengaruhi produktivitas sistem biogas.
Gas metana dapat dihasilkan dari sebuah siklus biogas dalam satu alat biodigester. Siklus biogas ini haruslah diawali dengan proses anaerob atau tanpa udara, hal ini karena bakteri penghasil biogas akan bekerja pada suasana kedap udara tersebut. Adapun proses biogas ini adalah:
1.      Tahap hidrolisis
Tahap ini merupakan tahan yang akan menyerderhanakan bahan-bahan. Ibarat ketika kita akan menyantap suatu makanan, yakni mengunyah makanan hingga lumat, yang mengartikan menyederhanakn bentuk makanan yang besar menjadi terpisah-pisah atau lebih kecil.
2.      Tahap pengasaman.
Tahap kedua yaitu tahap pengasaman dimana terbentuknya bakteri asetogenik, yang dimana tahapan ini menghasilkan produk utama berupa asetat. Pada tahap pengasaman ini terjadi dua tahap yaitu asidogenesis dan asetogenesis. Pada proses asidogenesis merupakan proses pembentukan asam organik, dimana komponen monomer yang terbentuk dari tahap hidrolisis menjadi asam lemak volatile dan CO2. Kemudian penguraian asam lemak volatile menjadi asam asetat dan H2 yang disebut dengan proses asetogenesis. Ibarat ketika sudah mengunyah makanan, maka makanan akan lebih disederhanakan pada usus dan lambung.
3.      Tahap metanogenik
Fase ini merupakan proses akhir dari anaerob dimana terjadi pembentukan gas metan (CH4) dari tahapan sebelumnya asam asetat, CO2 dan H2. Terdapat dua kelompok mikroba dalam bakteri metanogen dalam menghasilkan produksi metan. Ibarat selesai makanan di proses oleh sistem pencernaan. Maka makanan tersebut akan dibawa oleh darah menuju seluruh tubuh kita untuk memberikan kita energi dari hasil yang paling sederhana namun memounyai manfaat yang sangat besar.

Setelah meleawti fase-fase pembentukan gas metana ini. Maka gas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti memasak, menghidupkan lampu, menyalakan generator. Dengan instalasi yang besar perlahan-lahan masyarakat dapat memanfaatkan biogas sebagai energi utama yang akan menggantikan energi fosil. Sebab pada dasarnya energi tidak akan habis, namun akan diubah kebentuk yang lainnya.
Salah satu yang menjadi permasalah biogas adalah masalah limbah biogas atau yang disebut slurry. Slurry memiliki kandunga karbon (COD) yang sudah rendah dan relatif bebas patogen. Oleh karena itu slurry ini dapat dimanfaatkan menjadi:
1.     Pupuk organik cair
Slurry yang digunakan untuk pupuk cair adalah slurry yang tidak berbau dan bewarna gelap. Keunggulan pupuk organik cair ini adalah aman dari pada menggunaan kotoran ternak segar karena sebagian besar bakteri patogen dan gulma yang ada sudah mati dalam proses anaerobik.
2.     Kompos
Pembuatan kompos dengan slurry ini dapat dicampurkan dengan bahan-bahan organik lain yang lebih kering, misalnya jerami, dedaunan kering, sampah rumah tangga dan sebagainya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sampah dapat dibolak balek beberapa kali untuk memastiakn semua bagian terkena cukup oksigen. Pengomposan ini akan berlangsung 1-2 bulan.
3.     Kompos cacing
Pembuatan kompos cacing serupa dengan pembuatan kompos biasa, kemudian campuran ini dipakai sebagai media tumbuh cacing tanah. Cacing yang biasanya digunakan adalah jenis lumbricus rubellus dan eisenia foetida. Proses pengomposan selama 2 minggu. Kompos ini akan menyerupai tanah dengan butiran-butiran kecil yang merupakan kotoran cacing. Setelah kompos terbentuk cacing dan kotoran cacing dipisahkan.
4.     Pakan ikan atau ternak
Pembuatan pakan ikan atau ternak ini hanya ketika bahan biogas sisa-sisa limbaha makanan atau rumah tangga. Jika limbah kotoran sapi atau unggas makan tidak diperkenankan.
Slurry akan memberikan peningkatan poduksi ikan lele. Pemeberian kedalam kolam secara langsung dapat mengurangi tingkat kematian lele dan mengurangi serangan penyakit. Selain itu slurry dapat diolah menjadi pelet dengan pemcampuran ampas tahu, tepung ikan, dll. Selain itu slurry juga digunakan untuk budidaya tanaman lemna rumput bebek, yang kemudian dapat digunakan sebagi campuran pakan ternak.
5.     Media budidaya jamur
Slurry dapat digunakan sebagai campuran media untuk membudidayakan jamur yang akan membantu pertumbuhan jamur lebih cepat dan sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persiapan Iktikaf

InsyAllah pada hari jum'at 15 maret 2024 ini Aku akan pergi melaksanalan indah iktikaf di masjid Yang mana indah ini adalah yang pertama...