MACAM-MACAM HIDROPONIK
Pertanian merupakan ilmu yang dapat
dipraktikan langsung. Pada tahun ini pertanian semakin diperluas dan ilmu-ilmu
yang digunakan selalu bisa menjawab segala permasalahan yang kerap terjadi di
masyarakat.
Kota besar sudah mengalami pergesaran
fungsi lahan-lahannya, oleh karena itu banyak kota besar yang tidak memiliki
lahan cukup untuk bercocok tanam. Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan
adalah hidroponik.
Hidropnik adalah cara bercocok tanam
yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik mengutamakan
air sebagai media pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman pada tiap harinya.
Macam-macam hidroponik :
1.
Wick
sistem
Sistem
hidroponik ini merupakan sistem yang sering digunakan banyak kalangan, hal ini
karena cara pembuatannya yang sangat sederhana dan dapat memanfaatkan limbah
yang tidak terpakai. Sistem wick menggunakan kain (flanel) untuk menaikan atau
mensirkulasikan nutrisi untuk tanaman atau bahasa sederhananya nutrisi mengalir
ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Sistem ini
cocok untuk tanaman kecil yang membutuhkan sedikit air. Contohnya seperti sawi
dan kangkung.
2. EBB dan Flow sistem
Sitem yang
biasanya disebut pasang surut ini adalah sistem bercocok tanam hidroponik
dimana tanaman mendapatkan air, oksigen serta nutrisi melalu pemompaan bak penampung
yang nantinya akan membasahi akar. Kemudian
nutrisi di kembalikan ke dalam penampungan dan begitu seterunya. Sistem ini
memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer untuk melancarkan sirkulasi yang
akan terus menerus berlangsung. Selain itu sitem ini harus menggunkan wadah
yang besar dan pengaturan jarak tanam agar pertumbuhan tanaman tidak saling
menggangu.
3. NFT (Nutrient Film Technique) Sistem
Sistem
ini merupakan sistem yang populer karena pengaplikasiannya lebih praktis. Sistem
ini menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan
menggantung dalam larutan nutrisi. Sistem ini akan terus mengalirkan larutan
nutrisi melalui aliran air yang tipis. Tumbuhan tumbuh dalam lapisan polietilen
dengan akar tanaman terendam dalam iar yang sudah tercampur dengan nutrisi. Daerah
perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan
nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada dipermukaan
antara larutan nutrisi dan sterofoam. Adanya bagian akar dalam udara ini
memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan
secara normal. Tanaman yang cocok menggunakan sistem ini seoerti selada dan
strawberi.
4. DFT (Deep Flow Technique) sistem
Sitem ini
mirip dengan sistem NFT. DFT merupakan cara menanam tanaman dengan mensirkulasikan
larutan nutrisi tanaman secara terus menerus selama 24 jam pada rangkaian
aliran tertutup.
5. Aeroponik sistem
Sistem
aeroponik atau sitem pengabutan merupakan cara bercocok tanan yang
gampang-gampang susah. Cara bercocok
tanam ini merupakan cara menanam di udara. Maksudnya adalah tanaman akan
ditempatkan pada sebuah wadah seperti pipa yang sudah dibolongkan, pada bagiab
bolong ini ditempatkan masing-masing tanaman. Sehingga akan terlihat tanaman
menggantung diudara tanpa media dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara
spraying ke akarnya. Cara ini merupakan cara yang efisien karena akar akan
langsung terkena air nutrisi tanpa terbuang-buang. Hal ini disebabkan larutan
nutrsi tersebut berbentuk kabut.
6. Water culture system
Sitem rakit
apung adalah sistem dengan akar tanaman terapung di dalam larutan nutrisi. Papan
sebagai tempat menaruh tanaman biasanya berbahan sterofoam yang akan berfungsi
untuk menahan tanaman agar mengampung. Pompa akan mengatur sirkulasi larutan
nutrisi, jika banyak gelembung yang dihasilkan maka suplai oksigen akan
tercukupi.
7. Drip sistem
Sistem
tetes merupakan cara yang paling populer yang berkembang di masyarakat. Sistem ini
menggunakan timer untuk mengatur pengeluaran air pada tanaman. Pada saat pompa
dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman. Kekurangan dalam
sistem ini adalah perlunya pengecekan rutin terhadap air yang digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar