LAPORAN PRAKTIKUM
AGROKLIMATOLOGI
DISUSUN OLEH
1.
AGUNG KURNIAWAN(J1B014002)
2.
AIDA MARLAENI ( J1B014006)
3.
ALIF TAFTAZANI (J1B01408)
4.
ALUH SILVIA ISWARI (J1B014010)
5.
ANGGI DWI DINIA(J1B014012)
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2015
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan praktikum agroklimatologi ini disusun sebagai evaluasi pelaksanaan
kegiatan praktikum agroklimatologi dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata
kuliah agroklimatologi
Disahkan di:Mataram, 18 juli 2015
Mengetahui
Cordinator praktikum Praktikan
Ir. I Putu Silawibawe,
MP Anggota
Kelompok B1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah
swt. Tuhan yang maha Esa atas rahmat dan hidayah-nya sehingga penyusunan laporan agroklimatologi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Terselesainya
penyusunan laporan praktikum ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan praktikum ini.
Kami menyadari
bahwa penyusunan laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu,
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna
perbaikan pada penyusunan selanjutnya.
Mataram,
18 juni
2015
Tim Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
Halaman judul...........................................................................................................................1
Halaman pengesahan..................................................................................................................2
Kata Pengantar...........................................................................................................................3
Daftar Isi.....................................................................................................................................4
Daftar Gambar............................................................................................................................5
Daftar Lampiran ........................................................................................................................6
BAB I Pendahuluan....................................................................................................................7
BAB II Tinjauan Pustaka...........................................................................................................8
BAB III Hasil Pengamatan Dan Pembahasan..........................................................................10
BAB IV Penutup .....................................................................................................................32
Daftar Pustaka..........................................................................................................................33
Lampiran..................................................................................................................................34
DAFTAR GAMBAR
1.
Gambar taman alat
2.
Actinograph Bimetal
3.
Anemometer
4.
Campbel Stokes
5.
Cup counter anemometer
6.
HIGH VOLUME AIR SAMPLER
7.
Lysimeter
8.
PanciPenguapan (Open Pan
Evaporimeter)
9.
PenakarHujanOtomatis
(Hellman)
10. PenakarHujan
(Observasi)
11. PsycrometerStandar Terdiridari 4 buah
thermometer
12. SangkarMeteorologi
13. Hook
Gauge dan Still Well
14. Thermometer
apungmaksimumdan minimum
15. Thermometer
Tanah Gundul
16. Thermometer tanah berumput
17. Thermohygrograph
DAFTAR LAMPIRAN
1.
Foto anggota kelompok B1
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Melihat berbagai fenomena alam yang ada disekitar kita ,
manusia mempelajari berbagai aspek tentang cuaca dan iklim, atmosfer, radiasi
matahari, suhu udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, awan dan hujan
serta evapotranspirasi. Diciptakanlah berbagai alat untuk memudahkan dalam
menentukan dan membaca aspek iklim tersebut.
Alat-alat klimatologi yang pengukurannnya dilakukan secara kontinyu dan meliputi
periode waktu yang lama paling sedikit 10 tahun, bagi stasiun klimatologi
pengamatan utama yang dilakukan meliputi unsur curah hujan, suhu udara, arah
dan laju angin, kelembapan, macam dan tinggi dasar awan, banglash horizontal,
durasi penyinaran matahari dan suhu tanah. Oleh karena itu persyaratan
stsiun klimatologi ialah lokasi, keadaan stasiun dan lingkungan sekitar yang
tidak mengalami perubahan agar pemasangan dan perletakan alat tetap memenuhi
persyaratan untuk menghasilkan pengukuran yang dapat mewakili untuk mendapatkan data yang
akurat. Dan karena alat-alat klimatologi sangat berguna bagi pertanian maka
praktikum ini sangat penting dilakukan untuk menghasilkan atau membuat produk
pertanian lebih efektif dan efisien.
1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum Agroklimatologiini bertujuan untuk
mengetahui alat-alat klimatologi dan prinsipsertafungsidarimasing-masingalat..
Kegunaan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui cara
menggunakan alat-alat klimatologi serta Mengetahui cara kerja alat pengukuran radiasi
matahari
BABII TINJAUAN PUSTAKA
2.1 AWS (Automatic Weather Station)
AWS (Automatic Weather Stations) merupakan
suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca
secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini
umumnya dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit
LED Display dan bagian-bagian lainnya. Sensor-sensor yang digunakan meliputi
sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan
udara, pyranometer, net radiometer. RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas
data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data
cuaca dari sensor tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada
komputer.(Handoko, 2003).
2.2 Anemometer
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk
mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin
adalah Knots (Skala Beaufort. Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin
adalah 0o – 360o dan arah mata angin. Anemometer harus ditempatkandi daerah
terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling yang terdapat pada anemometer
akan bergerak sesuai arah angin. Di dalamanemometer terdapat alat pencacah yang
akan menghitung kecepatan angin. (Pitts, d. R., and l. E. Sissom, 2001).
2.3 Panci Penguapan
Penguapan ialah proses perubahan air menjadi
uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur
diatas 0 0K. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan ialah temperatur benda
dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan
tekanan udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung
didalamnya. Dalam meteorologi dikenal dua istilah untuk penguapan yaitu
evaporasi dan evapotranspirasi. (Trewartha, g.t dan l.h horn. 1995).
2.4 HV/Acid Rain Sampler
Mempunyai prinsip
kerja dimana udara yang mengandung partikel debu di hisap mengalir melalui
kertas filter dengan menggunakan motor putaran kecepatan tinggi. Dimana debu
menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur konsentrasinya dengan
cara kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan sesudah sampling disamping
itu juga dicatat flowrate dan waktu lamanya sampling sehingga didapat
konsentrasi debu tersebut. (Hasan,u.m.1970).
2.5 Penangkar Hujan
Penangakar hujan yang baku digunakan di
Indonesia adalah tipe observatorium semua alat penangkar hujan yang beragam
bentuknya atau yang otomatis dibandingkan dengan alat penangkar hujan otomatis
(OBS). Penangkar hujan OBS adalah manual. Alat penakar hujan di bagi dua yaitu
pertama, alat penakar curah hujan otomatis dari type Hellman Obrometer dan yang
kedua alat penakar curah hujan biasa (tidak otomatis) dari Ombrometer type
Observatorium. (Wisnubroto,
s., 2005 )
2.6
Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk
mengukur temperatur. Termometer harus dipasang secara mendatar di lapangan
terbuka. Satuan meteorologi dari temperatur adalah derajat celcius (oC), Reamur
(oR) dan Fahrenheit (oF). Umumnya termometer diisi air raksa atau alkohol.
Pemasangan dilakukan dengan menggunakan alas kayu atau besi sebagai penahan.
Pada siang hari, termometer harus diikat untuk menghindari sinar matahri
langsung. Pada petang hari, termometer dipasang kembali. Untuk menghindari
cahaya matahari langsung, termometer dapat juga diberi pelindung atau dengan
menempelkannya di dinding bangunan. Termometer bekerja dengan cara yang
sederhana. Bila udara panas, maka air raksa dalam termometer akan mengembang.
Temperatur pada termometer diukur dengan skala temperatur yang berimpit dengan
letak permukaan air raksa. (Anonim,2015).
2.7
Campbell stokes
Secara khusus Campbell Stokes dipergunakan
untuk mengukur waktu dan lama matahari bersinar dalam satu hari dimana alat
tersebut dipasang. Campbell Stokes terdiri dari beberapa bagian yaitu Bola kaca
pejal (umumnya berdiameter 96 mm). Plat logam berbentuk mangkuk, sisi bagian
dalamnya bercelah-celah sebagai tempat kartupencatat dan penyanggah tempat bola
kaca pejal dilengkapi skala dalam derajat yang sesuai dengan derajat lintang
bumi. (Anonim,2015)
BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL PENGAMATAN
3.1.1 Gambar taman alat
3.1.2 Gambar
semua alat
|
|
Nama
Alat :Actinograph Bimetal
Fungsi:Alatpengukur/pencatat secara automatis Intensitas Radiasi Matahari. Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Anemometer
Fungsi : PencatatArahdanKecepatanAnginSesaat Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Campbel Stokes
Fungsi : Mencatatlamanyapenyinaranmatahari Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Cup counter anemometer
Fungsi : PengukurKecepatanAngin Rata-rata harian Cara Pengamatan : PrinsipkerjasepertigerakanSpedometersepeda motor dalamsatuan km/jam Kecepatanangin rata-rata harianselisihpembacaanangkadibagi 24 jam. |
|
|
Nama
Alat : HIGH VOLUME AIR SAMPLER (HV. SAMPLER) Fungsi :
Pengukurpartikelkecilpadat aerosol di udara (debu, carbon dll) Cara
Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Lysimeter
Fungsi : Untukmengukurevapotranspirasi Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat :PanciPenguapan (Open Pan Evaporimeter)
Fungsi : PengukurPenguapan air langsungdengansatuan : Milimeter (mm). Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : PenakarHujanOtomatis (Hellman)
Fungsi : PencatatInstensitasCurahhujan / tingkatkelebatannya Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : PenakarHujan (Observasi)
Fungsi : Pengukur Curah Hujan Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : PsycrometerStandar
Terdiridari 4 buah thermometer :
FungsiAlat
: Untukmengukursuhuudaradankelembabanudaradengansatuanderajatcelciunsertapersen
Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : SangkarMeteorologi
Fungsi : Tempatmeletakkanperalatanmeteorologi (Psycrometer) Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Hook Gauge dan Still Well
Fungsi :
Cara
Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Thermometer apungmaksimumdan minimum
Fungsi : Mencatatsuhumaksimumdan minimum air yang terjadiselama 24 jam. Cara Pengamatan :
|
|
|
Nama
Alat : Thermometer Tanah Gundul
Fungsi : PengukurSuhutanahgundul
|
|
|
Nama
Alat : Thermometer Tanah Berumput
Fungsi : PengukurSuhutanahBerumput
|
|
|
Nama
Alat : Thermohygrograph
Fungsi : PencatatSuhuudaradanKelembabanUdara (Nisbi) Cara Pengamatan :
|
3.2 PEMBAHASAN
3.2.1 Taman alat
Dalam melakukan pengamatan terhadap unsure-unsur
metereologi, tentu memerlukan
beberapa alat yang tepat dalam pengukuran. Ketelitian dalam suatu pengamatan
tergantung oleh beberapa faktor, diantaranya ketelitian alat, obserfasi, metode
yang digunakan sertas pemasangan penempaan alat-alat. Oleh karena itu hasil
pengamatan dari berbagai stasium metereologii dan klimatologi dapat
dibandingkan pengamatan alatnya harus sama. Berbagai
macam alat berada di BMKG kediri seperti Campbell Stokes, Alat
Pengukur Hujan Type Hellman, Alat Penakar Hujan Tipe OBS (Observatorium), Psychrometer Standart, Open PanEvaporimeter, ,Termometer
tanah berumput, Termometer Tanah Gundul, Anemometer, Thermohygrograph, Lysimeter.Alat-alat tersebut
disusun dengan rapi dan ditaruh ditempat yang terbuka juga segar, hal ini
dilakukan agar hasil data yang ditampilkan dapat dipercaya 100% atau akurat.
Untuk mempermudah hal terseut maka semua stasiun metereologi dan klimatologi
harus dibuat taman alat dan sangkar metereologi untuk memgamankan alat-alat
tersebut.
3.2.2
Macam-macam alat
1.Sangkar metereologi
Sangkar
metereologi dipasang dalam taman alat yang berbentuk seperti rumah. Dalam
sangkar metereologi dipasang alat-alat seperti termometer bola kering dan
thermometer bola basah, termometer maximum dan minimum. Ke semua alat ini
dipasang didalam sangkar agar hasil pengamatan dari tempat dan waktu yang
berbeda dapat dibandingkan. Selain itu alat dapat terlindungi dari raiasi
matahari langsung (panas), hujan(dingin), dan debu, sehingga data yang
diperoleh dapat akurat.
Sangkar metereologi haruslah dibuat dari kayu yang kuat agar tahan terhadap
berbagai perubahan cuaca. Sangkar sengaja di cat putih agar tidak banyak
menyerap panas matahari. Sangkar metereologi di pasang di atas tanah dengan
ketinggian 120 cm. kaki sangkar sengaja dipasangi beton agarkuat walaupun
tertiup angin kencang. Pada dinding sangkar ini dibuat kisi-kisi yang
memungkinkan terjadinya aliran udara sehingga temperature dan kelembapan dalam
sangkar seimbang dengan diluar sangkar. Adapun pintu sangkar menghadap ke utara
dan keselatan. Hal ini dikarenakan agar alat yang ada didalamnya tidak terkena
radiasi matahari secara langsung. Jika matahari ada di utara khatulistiwa maka
pintu yang menghadap ke selatan yang buka, begitu juga sebaliknya.
2. Alat
Pengukur Curah Hujan
Alat pengukur curah hujan ada dua macam yaitu alat
pengukur curah hujan tipe Hellman dan alat pengukur curah hujan OBS
(observatorium)
a)
Alat Pengukur Hujan Type Hellman.
Alat ini bekerja secara otomatis, tingginya 150 cm dari
permukaan tanah. Alat ini berfungsi untuk mengukur besarnya curah hujan dalam
satu hari tau 24 jam dalam satuan (mm) pengamatan yang dilakukan dimulai pada
jam 07.00 pagi.
Bagian
- bagian alat:
·
Mulut corong yang berpungsi
sebagai tempat masuknaya air hujan yang berdiameter 200 cm
·
Logam selubung alat yang
berbentuk selinder dan berpintu lebar.
·
Penampung air
·
Pelampung yang terdapat
dalam penampung air.
·
Pias Hellman yang dipasang
melingkar pada selinder Hellman tempat grafik tertera,
·
Peana penacatatan sebagai
pencatat intensiatas hujan apada grafik,
·
Jam Hellman ayang berbentuk
selinder ayang berputar lengkap dengan kunci pemutar
·
Pipa penghubung corong
dengan pelampung.
·
Pipa Happel yang berfungsi
seabagai tempat yang dilalui air lebih yang tumpah adari pelampung.
·
Gelas ukur berskala.
Cara Kerja Alat :
Pada saat terjadi hujan, air huajan ayang jatuh akan
masuak kedalam mulut corong kermudian diteruskan dalam saluran pelampung. Bila
huajan berlanhsung terus, maka pelampung akan terangkat adan pena pencatat akan
terangkat pula dan akan membentuk grafik pada kertas pias, bila pena pencatat
telah menunjukakan angka 10 maka penah tersebut akan kembali ke angka nol
begitu seterusnya sampai hujan berhenti adan apabiala air dalam pelampung telah
penuh maka pada kertas pias akan terdapat dua garis yaitu:
-
Garis vertical yang menunjukkan besar kecilnya curan hujan.
-
Garis horizontal yang menunjukkan jam (waktu) sealama turunnya hujan.
Jumlah
curah hujan dalam sehari berdasarkan grafik yang ditunjukkan pada kertas
pias
dapat dihitung dengan rumus :
(d x
10) + Y mm
dimana
:
d
= Berapa kali tecapai curah hujan dalam 10 mm
Y
= nilai skala terakhir yang ditunjukkan pada grafik
Pada setiap penggunaan
pias baru , pena harus dikembalikan pada angka nol. Jika curah hujan setempat
rendah dan penah tidak mencapai angka nol , maka kita dapat menambahkan air
dengan bantuan gelas ukur dengan ketentuan bahwa air yang ditambahkan harus
ducatat jumlahnya.
Misalnya
: Keduduakan terakhir dari pena pencatat menunjukkan 7mm maka untuk
mengembalikan ke skala nol harus ditambah air dalam tabung sebanyak 3 mm.
Setelah skala nol pias Hellman kembali pada selinder jam tersebut. Setelah
kertas pias terpasang maka selinder jam dikembaliakan pada tempat semuala
setelah kunci pemuta pernya diputar, sehingga selinder terpawang dengan posisi
teagak pada sumbu putarnya.
b)
Alat Penakar Hujan OBS
Alat
ini bekerja secara manual, alat ini terbuat dari aluminium yang bentuknya
menyerupai sebuah tabunh yang berbentuk corong, alat ini diacat putih atau cat
perak untuk menghindarkan pengaruh radiasi sinar matahari yang menyebabkan
penguapan. Pada mulut corong dibuat menyempit untuk menghindarkan terjadinya
penguapan. Alat ini mempunyai tinggi 120 cm dari permukaaan tanah yang
diletakkan pada tempat terbuaka.
Alat
ini berfungsi untuk mengukur jumlah curah huajan yang jatuh pada permukaan
tanah selama 1 hari (24) jam, curah hujan ini dicatat dan diamati pada jam
07.00 pagi.
Bagian-bagian
alat:
·
Mulut corong, berdiameter
100cm berfungsi sebagai tempat masuknya air hujan.
·
Penampung, untuk menampung
air semenatara.
·
Kran, berfungsi untuk
mengeluarkan air dari penampung.
·
Gelas ukur, berfungsi untuk
mengukur jumlah curah hujan.
·
Dasar alat, berfungsi
sebagai tempat tumpuan alat.
Cara
kerja:
Air hujan yang jauh kepermukaan bumi akan masuk melalui
mulut corong dan diteruskan kedalam bak penampung yang dialirkanmelalui pipa
sempit yang ada diujung corong penakar, air dalam tabung tersebut ditakar
dengan cara air yang berada dalam reservoir dikeluarkan melalui kran dan
diamasukkan dalam gelas ukur.Penunjukan intensitas air dalam gelas ukur
menunjukkan jumlah curah hujan dalam 1 hari (24 ajam)
Bila tidak ada hujan,maka data ditulis (-)
Bila
hujan lebih kecil dibulatkan ke nol (0)
Bila
hujan lebih besar dari nol ditulis (1)
3.Psychrometer Standart
Psychrometer
standart terdiri dari 4 termometer
antara lain :
·
Termometer bola kering
·
Termometer bola basah
·
Termometer maksimum
·
Termometer minimum
1.Termometer bola kering
Alat ini berfungsi untuk mengukur
kelembaban udara.
Pada prinsipnya alat ini hampir sama dengan thermometer bola basah
yang membedakan hanya pada cara kerjanya. Alat ini
bekerja melalui proses pemuatan. Jika suhu naik, air raksa dalam
pipa kapiler akan memuai dan bergerak naik.
Cara menghitung dengan rumus:
RH = (BK – BB) X Tabel
Suhu udara rata-rata = 2 x jam 7 + jam 14 +jam 15
4
jadi selisih angka yang diperoleh dari alat itu,
merupakan besarnya kelembaban pada saat itu. Tetapi apabila ledua
alat tersebut hasilnya sama maka ini berarti kelemmbaban
udara dalam keadaan jernih.
2.Termometer bola basah
Alat ini berfungsi untuk mengukur
suhu udara. Pada saaat pengukuran alat ini dipasang berdampingan
dengan bola kering pada tiang statis.
Termometer ini terdiri dari tabung gelas yang didalamnya
terdapat pipa kapiler. Pada ujung yang lain dihubungkan
dengan air yang ada pada bak (dihubungkan dengan kain
muslin dan baik air dihubungkan dengan udara luar)
Cara kerja :
Termometer bola basah dalam proses kerjanya dihuibungkan
dengan udara luar melalui kain muslin yang
dihubungkan dengan air. Pada dasarnya alat ini bekerja
melalui proses penguapan. Pada saaat suhu naik maka air yang ada
pada kain muslin akan menguap sehingga air raksa
dalam pipa kapiler bergeak turuin dan mennyusut
3. Termometer maksimum
Thermometer ini berfungsi untuk mengetahui suhu maksimum dalam jangka
waktu tertentu, biasanya dalam jangka waktu satu hari.
Tetapi di atas reservoid terdapat suatu bagian yang se mpit
karena adanya stip kaca. Jika suhu naik air raksa dalam
reservoir akan
memuai dan dipaksa melalui
bagian sempit ke dalam pipa kapiler. Jika suhunya
turun, air raksa dalam pipa kapiler tidak kembali dalam
reseervoir karena tertahan bagian yang sempit.
Bagian-bagian alat
1.
Reservoir air raksa
2.
Pipa kapiler berskala
3.
Penyempitan
4.
Indeks
4.Termometer
minimum
Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu terendah
dalam waktu tertentu yaitu dalam waktu satu hari. Di dalam
pipa kapiler terdapat stip kaca karena reaksi
alkohol tidak seberapa cepat. Maka reservoir termometer ini
dapat dibuat dalam bentuk tapak kuda.
Bagian-bagian alat
1.
Pipa kapile
2.
Stip kaca
3.
Reservoir alkohol
4.
indeks
Cara kerja :
Jika
terdapat penurunan suhu udara maka alcohol dalam reservoir akan
menyumbat sehingga alcohol dalam pipa kapiler akan mengisi ruang
hampa yang terjadi dalam reservoir, sehingga indeks yang ada dldam pipa
kapile ikut menggesser sesuia dengan penurunan suhu udara
saaat itu
Bila suhu udara naik, maka alcohol akan memuai mengisi atau
mendesak alcohol dalam pipa kapiler sehingga
permmukaannya akan naik. Namun indeks akan teap pada
tempatnya. Bila suhu udara turun lagi dan lebih rendah dari
semula maka alcohol dalam pipa kapiler akan turun dan
lebih rendah dari yang semula.sehingga alcohol daam pipa
kapiler akan turun dan tingginya sesuai dengan angka
yang ditunjukkkan dalam suatu indeks. Jika s uhu udara turun lagi
sampai di bawah angka penurunan yang kedua, ini merupakan
suhu udara yang terendah yang tercapai dalam periode
tersebut. Dan bila periode harian, maka waktu
pengamatan hanya dilakukan satu kali yaitu pada waktu siang hari
sebagai waktu pengamatan kedua dari pengamatan cuaca yang pada umumnya
dilakukan pada setiap stasiun. Sedangkan pengamatan pada periode/hari
berikutnya, maka permukaan alkohol pada pipa kapiler harus dikembalikan dengan
cara indeks dimiringkan kea rah suhu yang tinggi.
Temperatur yang terendah dan tecapai pada suatu saat ditunjukkan
oleh suatu stip kaca yang terdapat dalam bejana kapiler. apabila
temperatur itu turun maka stip kaca dibawa oleh kekuatan
alcohol, akan tetap pada tempatnya jika temperature naik.
Jadi ujung stip menunjukkan temperature yang terendah.
4.
Pengukur Penguapan
Penguapan adalah proses perubahan air menjadi uap. Uap air di udara
berasal dari penguapan air di bumi. Kondensasi dan
presipitasi ini mengembalikan air ke bumi. Alat pengukur
penguapan ini adalah EVAPORATION PAN (OPEN PAN) alat ini berfungsi
untuk mengetahui besarnya penguapan radiasi langsung dari
matahari.
Bagian-bagian
alat
- Panci, untuk menampung air yang berdiameter 120 cm dan tinggi 30 cm
- Hook geuge (batang berskala), untuk mengetahui ketinggian air dalam panci
- Bejana, untuk menempakkan hook geuge sehingga mudah pembacaan
- Kayu penopang, untuk penyangga panci sehingga tidak bersentuhan dengan tanah karena tanah menngandung panas yang akan menambah penguapan
- Termometer air, untuk mengukur suhu air permukaan.
Rumusnya:
Thermometer maksimum - termometer minimum
2
Cara Kerja :
Panci
penguapan diisi air setinggi 20 cm sehingga di atas rongga 5 cm
pengukuran dilaksanakan pada permukaan air dalam keadaan
tenang di dalam tabung peredam riak. Untuk mengukur dan membaca skalanya, maka
tabung pengaman didekatkan ke panci dengan maksud agar permukaan
air tetap tenang dan tidak terlalu bergelombang.
Sesudah itu sekrup patrol diputar sambil melihat ujung panci dari
hugging di dalam tabung pengaman. Sekrup pengontrol yaitu
berada di atas penyangga hugging berfungsi untuk menaikkan atau
menurunkan skala. Jika sekrup itu diputar kembali ke kanan maka tiang skala
turun angka yang dibaca adalah angka yang
terdapat tegak lurus demngan sekrup pengontrol. Adapun skala yang trrtera pada
skala adalah angka (1) sampai (100)
Sedangkan termometer yang berada di atas permukaan air adalah
termometer maksimum dan termometer minimum. Termometer ini terletak
di atas pelampung sehingga mempunyai perahu, yang pada
kedua termometer ini baik maksimum maupun minimum berada
di tengah atau anntara kedua sisi pengukuran termometer maksimum..
termometer minimum yang kecil setelah di tengah dan berguna
sebagai alat pengukur suhu atau temperatur
minimum air panci. Sedangkan termometer maksimum besar berguna
untuk mengukur suhu max air dalam panci.
5. Alat
Pengukur Lamanya Penyinaran Dan Intensitas
Matahari
a. Campbell
Stokes
Fungsi alat ini yaitu untuk mengetahui lamanya penyinaran
matahari dalam satuan jam/persen, lamanya penyinaran yaitu 12 jam. Sinar matahar
yang ditangkap oleh bola kaca yang sifatnya mengumpulkan sinar ketitik api yang
tepat pada kertas pias. Maka kertas itu akan terbakar apabila terajadi
penerimaan radiasi sinar matahari, dari berkas-berkas yang terbakar ini
dapat ditentukan berapa lama matahari bersianar pada hari tersebut.
Bagian-bagian
alat:
·
Bola kaca pejal
berdiameter 10 – 15 cm berfungsi meneima sinar matahari
yang difokuskan pada suatu titik
·
Penahan (sumbu bola yang
dihubungkan dengan lingkaran sumbu bola berfungsi untuk pengatur lintang
antara bola kaca dengan pengukur lintang tempat
·
Busur meridian
mengatur sudut kemiringan lensa
·
Sekrup pengunci
·
Sekrup pengatur letak
horizontal tubuh alat
·
Tempat pias
yang menghadap timur barat
·
Kerangka alat
·
Dasar alat
·
Water pas
Cara
memasang bagian-bagian alat :
·
Alat diletakkan
di atas tembok dengan ketinggian 120 cm
·
Tubuh alat diletakkan
horizontal
·
Sumbu bola mengarah
sebelah utara- selatan
·
Kemiringan lensa bola
bersama dengan kertas pias harus disesuaikan dengan derajat lintang bumi
setempat, setelah mencapai kemiringan yang tepat. Sekrup pengunci agar
posisinya tidak berubah.
·
Lensa bola
diatur sedemikian bola agar jarak timur-barat sama panjang
Kertas pias Campbell Stokes
Kertas pias dipasang pada pagi hari jam 07.00 dan dilepas
pada sore hari jam 18.00. Kertas
pias ada 3 macam, yaitu :
·
Pias garis lurus
·
Pias lengkung panjang
·
Pias lengkung pendek
Kertas pias hanya terbakar jika kekuatan dinar
matahari 0,3 kalori atau lebih. Selisih antara lebar kertas dengan
parit kurang lebih 0.3 mm sehingga musah dipasang dan
dilepaskan terutama pada waktu basah oleh air hujan. Tebal
kertas kurang lebih 0,4 mm. garis tanda jam berwarna putih melintang
terhadap pembakaran.
Ketiga jenis pias tersebut di atas dipasang berdasarklan
dengan letak matahari
·
Pias garis lurus
dipasang pada bulan agustus
·
Pias lengkung
dipasang pada bulan juni
·
Pias lengkung pendek
dipasang pada bulan april
Cara
kerja
Pada saat matahari bersinar cerah (yaitu intensitas radiasi sinar
matahari sama atau lebih besar dari 0,3 kalori cm-2
menit -1) Sinar yang jatuh pada bola kaca akan
dikumpulkan dan difokuskan pada suatu titik dan diarahkan pada kertas pias.
Kertas pias akan m,enerima sinar dalam benntuk
titik api dan meninggalkan bekas terbakar pada
kewrtas pias-pias ini akan cekungan logam yang terdapat
ada titik api oki panjang bekas terbakar pada
kertas pias merupakan lama penyinaran sinar matahari.
·
Kertas lengkung
panjang digunakan selam periode "Summer" setempat
·
Kertas pias
garis lurus digunakan selama periode "Ekeuinoke" setempat
·
Kertas pias lengkung pendek
digunakan selama periode "winter' setempat lama penyinaran matahari juga
dapat dinyatakan dengan persentase selain dinyatakan dengan waktu saja.
·
Contoh perhitungan
·
Jika lama penyinaran
matahari dinyatakan dengan waktu maka besarnya adalah sesuai dengan hasil
pengukuran skala.
·
Sedangkan untuk menyatakan
persentase maka besarnya dapat diperoleh dari rumus-rumus
b. Radiameter Gun Bellani
Berfungsi untuk mengukur intensitas matahari secara komulatif pada
suatu periode (harian) yang dinyatakan dalan suatu kalori.
Bagian-bagian
alat
- Bola timah hitam yang dilapisi oleh zat hidroskopis yang berfungsi untuk mennyerap sinar matahari
- Bola kaca
- Air murni
- pipa kaca berskala
Tinggi alat
secara keseluruhan adalah 64 cm. Radiator Gun bellani ini dipasang
pada sebuah tabung yang ditanam di dalam tanah. Juga yang nampak
dari luar hanya bola kacanya karena ada pennyangga bola
kaca yang posisisnya sejajar dengan per mukaan tanah sehingga sinar
matahari dapat jatuh dengan tepat pada alat.sehingga
pipa kaca dari alat ini tersem bunyi dalam tabung di dalam tanah.
Cara kerja:
Sinar matahari pada pagi hari
pertama kali tiba pada permukaan kuba kaca, kemudian diteruskan lewat
ruang hampa dalam bentuk panas dan tiba pada permukaan berwarna
hitam. Warna hitam pada tembaga dimaksudkan agar semua radiasi tiba dipermukaan
bola tembaga dan dirubah dalam bentuk energi kalor. Sehingga keadaan suhu dalam
tabung bertambah. Suhu yang tinggi itu digunakan untuk menguapkan ait dalam
bola hitam. Makin tinggi intensitas radiasi matahari makain banyak pula air
yang menguap, uap ini selanjutnya akan masuk kedalam tabung buret. Sehingga uap
air tadi dirubah dalam bentuk cair.
Untuk mengetahui intensitas yaitu dengan
melihat jumlah air yang tertampung dalam tabung skala, kemudian langsung
dibalik sampai air dalam pipa terserap kedalam bola hitam (kemudian dibaca
sebagai pembacaan pertama) setelah itu alat dimasukkan kembali kedalam tanah .
6.Alat Pengukur Temperatur Tanah
a. Termometer tanah berumput
Berfungsi
untuk mengukur temperatur atau suhu tanah berumput pada masing-masing
kedalamannya.
Bagian
–bagian alat
1.
Termometer tanah berbengkok
yang ditanam dalam tanah pada kedalaman yang berbeda. Termometer tanah
berengkok ini adalah merupakan perubahan bentuk thermometer air raksa.
Termometer ini mempunyai kedalaman yanh berbeda yaitu 0 cm, 2 cm, 5cm, 10 cm,
20 cm, dan sudut kemiringan 45 derajat..
2.
Termometer tanah tipe siwon
dengan kedalaman 50 dan100 cm (disebut juga termometer berselubung loagam).
Prinsip Kerja
Alat
ini bekerja berdasarkan proses pemuaian, jika suhu naik maka air raksa dalam
reservoir akan naik.
Cara kerja alat:
Thermometer
ini terdiri dari 7 buah alat yang pada bagian bawahnya ditanam dalam tanah,
apabila alat ini terkena sinar matahari, maka suhutanah akan naik menyeababkan
air raksa dalam reservoir thermometer akan naik dan menunjukkan sakaala pada
pipa.
Aplikasinya pada pertanian:
Aplikasinya
pada pertanian untuk mengetahui suhu tanah ayang berumput dan tanaman lain
seperti kelapa sawit dan jenis tanaman lainnya.
b. Termometer Tanah
Gundul
Termometer
ini sama dengan termometer berumput yang membedakan hanya pada jenis tanahnya
yaitu tanah gundul dan tanah berumput.
Prinsip kerjanya :
sama
dengan termometer tanah berumput yaitu melalui proses pemuaian.
Cara Kerja :
Pada
dasarnya cara kerja dari alat ini hampir sama dengan termometer tanah berumput
yaitu jika suhunya naik maka air raksa dalam reservoir akan naik dan
menunjukkan skala pada pipa.
Aplikasi pada pertanian
Kita
dapat mengetahui dengan mudah jenis tanaman yang dapat tumbuh seperti tanaman
yang berumur pendek misalnya kacang-kacangan, padi dan berbagai jenis tanaman
yang cocok untuk tanah gundul.
7.Alat pengukur kecepatan angin
a.
Cup
counter Anemometer
Alat
ini berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin rata-rata.
Cup
anemometer ada 3 jenis yaitu:
1.
Cup conter yang tingginya
0,5 meter
2.
Cup counter yang tingginya
2 meter
3.
Cup counter yang tingginya
6 meter
Bagian- bagian alat
·
Buah mangkok yang berpungsi
untuk menangkap angin
·
counter (bilangannya)
berfungsi mengetahui kecepatan angin.
·
Tiang pennyangga yang
berfungsi untuk menyangga alat.
Prinsip Kerja:
Pada
dasarnya alat ini akan bekerja jika angin bertiup dari situlah kita dapat
mengetahui berapa kecepatan angin dengan memperhatikan alat tersebut
Cara
Kerja:
Mangkok
akan berputar karena tertiup angin dan akan berputar maka angka yang terdapat
pada counter akan bertambah bilangannya dari counter tersebut akan diketahui
arah dan kecepatan angin rata-rata. Dalam satuan km/ jam.
3
Data yang didapat
Lama
penyinaran matahari adalah lamanya matahari bersinar cerah sampai permukaan
bumi dalam periode satu hari mulai dari terbit sampai terbenam yang dinyatakan
dalam satuan waktu, yaitu jam. Lama penyinaran matahari ini seringkali tidak
penuh satu hari. Hal ini dapat disebabkan karena sinar matahari terhalang oleh
awan, aerosol atau kabut. Intensitas radiasi matahari diartikan sebagai
banyaknya atau jumlah energi dari cahaya matahari yang diterima bumi, pada luas
tertentu serta jangka waktu tertentu. Satuan yang banyak digunakan adalah :
kalori/cm2/menit disebut juga Langley per menit, ditulis ly/menit. Dalam
atmosfer bumi terdapat bermacam-macam radiasi seperti :
a. Direct Solar Radiation (S) yaitu radiasi
langsung dari matahari yang sampai ke permukaan bumi.
b. Radiation Difus (D) yang berasal dari
pantulan-pantulan oleh awan dan pembauran-pembauran oleh
partikel-partikel atmosfer.
c. Surface Raflectivity (r) yaitu radiasi yang
berasal dari pantulan-pantulan oleh permukaan.
d. Out Going Terrestial radiation (O), yaitu
radiasi yang berasal dari bumi yang berupa gelombang panjang.
e. Back Radiation (B) yaitu radiasi yang berasal
dari awan-awan dan butir-butir uap air dan CO2 yang terdapat
dalam atmosfer.
f. Global (total) Radiation (Q).
g. Net Radiation (R).
Dengan banyaknya
jenis radiasi yang terdapat di dalam atmosfer berarti banyak pula alat-alat
yang diperlukan untuk mengukur radiasi langsung (S). Misalnya :
1. Amstrong Pyrheliometer
Pyrheliometer dipakai
untuk mengukur intensitas radiasi matahari langsung (S). Pyrheliometer terdiri
dari 2 bagian pokok, yaitu sensor yang menghasilkan gaya gerak listrik dan
recorder yang berisi battery, galvanometer dan amperemeter. Sensor berada
didalam sebuah tabung/silinder logam yang dapat diputar horizontal dan
vertikal. Tabung diputar mengikuti gerakan matahari sehingga sinar selalu jatuh
tegak lurus ke permukaan sensor. Pada bagian ujung/ muka tabung terdapat tutup
yang dapat diputar terhadap permukaan silinder. Penutup ini berfungsi sebagai
pelindung sensor terhadap matahari dan juga sebagai pemutus dan penghubung
kontak listrik.
2. Solarimeter dan Pyranometer
Digunakan untuk
mengukur radiasi matahari total. Untuk memperoleh data intensitas matahari
secara kontinue, Solarimeter dihubungkan ke sebuah alat pencatat yang dinamakan
Chart Recorder yang mempunyai sifat Self Balancing Potentiometric yaitu suatu
recorder yang bekerjanya berdasarkan keseimbangan antara signal (tenaga listrik
yang masuk berasal dari Solarimeter dengan tenaga listrik dari power supply.
Gerakan dan kedudukan pena ditentukan oleh keseimbangan kedua unsur tersebut.
Dengan demikian recorder ini memerlukan tenaga listrik yang diperlukan selain
untuk keseimbangan juga untuk menggerakkan pias (Chart) dan jam. Recorder ini
sangat peka terutama ketika sedang beroperasi, sedapat mungkin dihindarkan
terhadap getaran-getaran yang dapat mengganggu keseimbangan.
3. Pyrgeometer untuk mengukur radiasi bumi (O)
4. Net Pyrradiometer untuk mengukur radiasi
total (R)
BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
- Meteorologi
adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca dalam
ruang dan waktu yang terbatas.
-
Klimatologi
adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca secara umum dalam waktu yang
lebih lama dan pada daerah relatif luas.
-
Cuaca
adalah keadaan udara pada suatu saat, dalam waktu singkat dan pada suatu tempat
atau daerah tertentu yang lingkupnya sempit.
- Iklim adalah keadaan rata-rata
cuaca dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang
lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas perubahan pada iklim
yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang
merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada
periode yang cukup panjang.
-
Dalam Meteorology dan
Klimatologi mengkaji aspek-aspek dan fenomena alam yang berkaitan dengan cuaca
dan iklim. Namun semua dapat dilaksanakan dengan berbagai macam alat bantu
sehingga semua dapat dikaji secara mudah tanpa mengeluarkan banyak tenaga dan
pikiran.
-
Alat - Alat Metereologi yang biasa digunakan untuk
melakukan penelitian keadaan cuaca di permukaan bumi terdiri dari, Penakar
hujan OBS, Penakar Hujan Otomatis Tipe Hilman, Open Pan / Evaporimeter,
Cup Coenter Anemometer, Wind Vane Dan Force Indikator, Termometer
Tanah, Thermometer Bola Kering Dan Termometer Bola Basah, Termometer
Maximum dan Thermometer Minimum, Piche evaporrimeter, Gun Bellani,
Cambell Stokes dan lain sebagainya. Ini merupakan alat bantu yang diguankan
untuk meperoleh hasil pengukuran secara mudah.
-
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mempunyai
fungsi untuk melakukan penulisan hasil pembacaaan atau pengukuran alat
meteorology.
- Iklim adalah hal yang penting yang harus
diperhatikan dalam pertanian/ perkebunan perlu stategi menghadapinya
SARAN
Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat
memahami unsus-unsur pembentukan cuaca dan iklim, juga dapat mengetahui cara
kerja alat-alat metereologi dan klimatologi
DAFTAR PUSTAKA
Trewartha, G.T Dan
L.H Horn. 1995. Pengantar Iklim. Ugm Press. Yogyakarta
Pitts, D. R., And L. E. Sissom, 2001. Theory And Problems
Of Heat Transfer. Second Edition.
Hasan,U.M.1970. Dasar-Dasar Meteorologi
Pertanian.Pt.Soeroenngan, Jakarta.
Handoko. 2003. Klimatologi Dasar. FMIPA-IPB, Bogor
Wisnubroto,
S., 2005. Meteorologi Pertanian Indonesia. Mitra Gama
Widya, Jakarta.
Anonim.2015.Klimatologi.
http:/ /sophiadwiratna. unpad.ac.id. (Di
akses tanggal 16
Juni 2015)
Anonim.2015. Agroklimatologi.http
:// badaihxh.blogspot.com. (Di
akses tanggal 16
Juni 2015)
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar