Kamis, 15 Februari 2018

Laporan Praktikum Agroklimatologi



LAPORAN  PRAKTIKUM
AGROKLIMATOLOGI



DISUSUN OLEH
1.      AGUNG KURNIAWAN(J1B014002)
2.      AIDA MARLAENI ( J1B014006)
3.      ALIF TAFTAZANI (J1B01408)
4.      ALUH SILVIA ISWARI (J1B014010)
5.      ANGGI DWI DINIA(J1B014012)



PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2015
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan  praktikum agroklimatologi ini disusun sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan praktikum agroklimatologi dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah agroklimatologi
Disahkan di:Mataram, 18  juli 2015
Mengetahui







Cordinator praktikum                                                                                   Praktikan

Ir. I Putu Silawibawe, MP                                                                   Anggota Kelompok B1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. Tuhan yang maha Esa atas rahmat dan hidayah-nya sehingga penyusunan laporan agroklimatologi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Terselesainya penyusunan laporan praktikum ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktikum ini.
Kami menyadari bahwa penyusunan laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna perbaikan pada penyusunan selanjutnya.






Mataram,    18  juni 2015


Tim Penyusun



DAFTAR PUSTAKA
Halaman judul...........................................................................................................................1
Halaman pengesahan..................................................................................................................2
Kata Pengantar...........................................................................................................................3
Daftar Isi.....................................................................................................................................4
Daftar Gambar............................................................................................................................5
Daftar Lampiran ........................................................................................................................6
BAB I Pendahuluan....................................................................................................................7
BAB II Tinjauan Pustaka...........................................................................................................8
BAB III Hasil Pengamatan Dan Pembahasan..........................................................................10
BAB IV Penutup .....................................................................................................................32
Daftar Pustaka..........................................................................................................................33
Lampiran..................................................................................................................................34


DAFTAR GAMBAR
1.      Gambar taman alat
2.      Actinograph Bimetal
3.      Anemometer
4.      Campbel Stokes
5.      Cup counter anemometer
6.      HIGH VOLUME AIR SAMPLER
7.      Lysimeter
8.      PanciPenguapan (Open Pan Evaporimeter)
9.      PenakarHujanOtomatis (Hellman)
10.  PenakarHujan (Observasi) 
11.  PsycrometerStandar Terdiridari 4 buah thermometer
12.  SangkarMeteorologi
13.  Hook Gauge dan Still Well
14.  Thermometer apungmaksimumdan minimum 
15.  Thermometer Tanah Gundul
16.  Thermometer tanah berumput
17.  Thermohygrograph




DAFTAR LAMPIRAN
1.      Foto anggota kelompok B1
BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Melihat berbagai fenomena alam yang ada disekitar kita , manusia mempelajari berbagai aspek tentang cuaca dan iklim, atmosfer, radiasi matahari, suhu udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, awan dan hujan serta evapotranspirasi. Diciptakanlah berbagai alat untuk memudahkan dalam menentukan dan membaca aspek iklim tersebut.
Alat-alat klimatologi yang pengukurannnya dilakukan secara kontinyu dan meliputi periode waktu yang lama paling sedikit 10 tahun, bagi stasiun klimatologi pengamatan utama yang dilakukan meliputi unsur curah hujan, suhu udara, arah dan laju angin, kelembapan, macam dan tinggi dasar awan, banglash horizontal, durasi penyinaran matahari dan suhu tanah. Oleh karena itu persyaratan stsiun klimatologi ialah lokasi, keadaan stasiun dan lingkungan sekitar yang tidak mengalami perubahan agar pemasangan dan perletakan alat tetap memenuhi persyaratan untuk menghasilkan pengukuran yang dapat mewakili untuk mendapatkan data yang akurat. Dan karena alat-alat klimatologi sangat berguna bagi pertanian maka praktikum ini sangat penting dilakukan untuk menghasilkan atau membuat produk pertanian lebih efektif dan efisien.
1.2 Tujuan Praktikum
                   Praktikum Agroklimatologiini bertujuan untuk mengetahui alat-alat klimatologi dan prinsipsertafungsidarimasing-masingalat.. Kegunaan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui cara menggunakan alat-alat klimatologi serta Mengetahui cara kerja alat pengukuran radiasi matahari


BABII  TINJAUAN PUSTAKA
2.1  AWS (Automatic Weather Station)
AWS (Automatic Weather Stations) merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini umumnya dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya. Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometer, net radiometer. RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada komputer.(Handoko, 2003).
2.2  Anemometer
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort. Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o – 360o dan arah mata angin. Anemometer harus ditempatkandi daerah terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Di dalamanemometer terdapat alat pencacah yang akan menghitung kecepatan angin. (Pitts, d. R., and l. E. Sissom, 2001).
2.3  Panci Penguapan
Penguapan ialah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur diatas 0 0K. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan ialah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan tekanan udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Dalam meteorologi dikenal dua istilah untuk penguapan yaitu evaporasi dan evapotranspirasi. (Trewartha, g.t dan l.h horn. 1995).
2.4  HV/Acid Rain Sampler
Mempunyai prinsip kerja dimana udara yang mengandung partikel debu di hisap mengalir melalui kertas filter dengan menggunakan motor putaran kecepatan tinggi. Dimana debu menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur konsentrasinya dengan cara kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan sesudah sampling disamping itu juga dicatat flowrate dan waktu lamanya sampling sehingga didapat konsentrasi debu tersebut. (Hasan,u.m.1970).
2.5  Penangkar Hujan
Penangakar hujan yang baku digunakan di Indonesia adalah tipe observatorium semua alat penangkar hujan yang beragam bentuknya atau yang otomatis dibandingkan dengan alat penangkar hujan otomatis (OBS). Penangkar hujan OBS adalah manual. Alat penakar hujan di bagi dua yaitu pertama, alat penakar curah hujan otomatis dari type Hellman Obrometer dan yang kedua alat penakar curah hujan biasa (tidak otomatis) dari Ombrometer type Observatorium. (Wisnubroto, s., 2005 )
2.6  Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur temperatur. Termometer harus dipasang secara mendatar di lapangan terbuka. Satuan meteorologi dari temperatur adalah derajat celcius (oC), Reamur (oR) dan Fahrenheit (oF). Umumnya termometer diisi air raksa atau alkohol. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan alas kayu atau besi sebagai penahan. Pada siang hari, termometer harus diikat untuk menghindari sinar matahri langsung. Pada petang hari, termometer dipasang kembali. Untuk menghindari cahaya matahari langsung, termometer dapat juga diberi pelindung atau dengan menempelkannya di dinding bangunan. Termometer bekerja dengan cara yang sederhana. Bila udara panas, maka air raksa dalam termometer akan mengembang. Temperatur pada termometer diukur dengan skala temperatur yang berimpit dengan letak permukaan air raksa. (Anonim,2015).
2.7  Campbell stokes
Secara khusus Campbell Stokes dipergunakan untuk mengukur waktu dan lama matahari bersinar dalam satu hari dimana alat tersebut dipasang. Campbell Stokes terdiri dari beberapa bagian yaitu Bola kaca pejal (umumnya berdiameter 96 mm). Plat logam berbentuk mangkuk, sisi bagian dalamnya bercelah-celah sebagai tempat kartupencatat dan penyanggah tempat bola kaca pejal dilengkapi skala dalam derajat yang sesuai dengan derajat lintang bumi. (Anonim,2015)
BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

3.1  HASIL PENGAMATAN
3.1.1 Gambar taman alat



3.1.2 Gambar semua alat

Nama Alat :Actinograph Bimetal
Fungsi
:Alatpengukur/pencatat secara automatis Intensitas Radiasi Matahari.
Cara Pengamatan :
  • Awaloperasidimulaipadapukul 06.00 waktusetempat (saatmataharibelumbelumbesinar)
  • Buka cover/penutupalat
  • Lepaskandrumclockdarishafnya
  • Pasangkertaspias, sissipiastepatterhimpit di penjepitdrumclock
  • Hidupkan system drumclock
  • Pasangdrumclockkembalipadatempatnya
  • Putardrumclock agar ujungpenatepatjatuhpada jam danhariawalpengukuran
  • Tutupkembali cover/penutup
  • Setelahmatahariterbenamselama 1,5jam,pias harus di ambil
  • Padahariberikutnya, ulangilangkah 1 s/d 9

Nama Alat : Anemometer
Fungsi : PencatatArahdanKecepatanAnginSesaat
Cara Pengamatan :
  • Satuan : ArahAngin ( 8 mataangin )
  • KecepatanAngin : Knots. ( 1 Knots = 1.8 Km/Jam )
  • Keterangan : Yang dimaksudarahanginyaituArahdarimanaanginberhembus.


Nama Alat : Campbel Stokes
Fungsi : Mencatatlamanyapenyinaranmatahari
Cara Pengamatan :
  • Satuan : Jam/ Prosentase ( % )
  • Jenispias 3 macam :
    • PiasLengkungPanjang : 11 Okt s/d 28 Peb
    • Piaslurus : 11 Sep s/d 10 Oktdan 1 Mar s/d 10 April
    • PiasLengkungPendek 

Nama Alat : Cup counter anemometer
Fungsi : PengukurKecepatanAngin Rata-rata harian
Cara Pengamatan : PrinsipkerjasepertigerakanSpedometersepeda motor dalamsatuan km/jam Kecepatanangin rata-rata harianselisihpembacaanangkadibagi 24 jam.

Nama Alat : HIGH VOLUME AIR SAMPLER (HV. SAMPLER) Fungsi : Pengukurpartikelkecilpadat aerosol di udara (debu, carbon dll) Cara Pengamatan :
  • Satuan : Mikrogram / mg
  • Keterangan : Piasharian, atauMingguan
  • Sensor Suhuterbuatdarilogam, bilaudarapanaslogammemuaidanmenggerakanpenakeatas, bilaudaradinginmengkerutgerakanpenaturun
  • Sensor Kelembabanudaraterbuatdarirambutmanusia, bilaudarabasah
  • Rambutmemanjangdanbilaudarakeringrambutmemendek.

Nama Alat : Lysimeter
Fungsi : Untukmengukurevapotranspirasi
Cara Pengamatan :
  • Sedot air perkolasidandiukur
  • Jikasebelumpengamatanadahujanlebihbesaratausamadengan 10 mm lysimetertidakperludisiram. Jikahujan 5-10 mm siramlysimeterdengan air 5 liter.
  • Jikatdkadahujan, siram lysi mete rdengan air 10 Liter.
  • Hitungevapotranspirasi

Nama Alat :PanciPenguapan (Open Pan Evaporimeter)
Fungsi : PengukurPenguapan air langsungdengansatuan : Milimeter (mm).
Cara Pengamatan :
  • Ukuran :TinggiAlat 25,4 Cm, diameter alat 120.7 Cm.
  • Keterangan : Alatinidilengkapidengan :
    • Thermometer air Six Bellani (Thermometer Apumg)
    • Cup Counter anemometer tinggi 05 meter
    • Alatpengukurtinggipermukaan air ( Hook Gauge ).
  • Pengukuranjumlahevaporasidilaksanakansatu kali setiapharipada jam 07.00 waktusetempat.

Nama Alat : PenakarHujanOtomatis (Hellman)
Fungsi : PencatatInstensitasCurahhujan / tingkatkelebatannya
Cara Pengamatan :
  • Jikaterjadihujan air masukkecorong
  • Air mengalirketabungpelampungmelaluiselangdanmengangkatpelampung
  • Pena yang terhubungkepelampungmerekam data kekertaspias
  • Kertaspiasberputarseiramadengangerakan clock drum
  • Jikajumlahcurahhujan yang tertampungmencapai 10 mm maka air tsbtumpahmelaluipipaheveldanmeresetpenakeposisinol
  • Demikian proses initerjadiberulang

Nama Alat : PenakarHujan (Observasi)
Fungsi : Pengukur Curah Hujan
Cara Pengamatan :
  • Bukagembokpadakranpenakarhujanobs, letakkangelaspenakar di bawahcorong/kran, kemudianbukakranpelan-pelan. Tunggusampai air di bakpenampunghabis.
  • Baca jumlah air hujan yang tertampung di gelasukurdancatathasilnya.
  • Jikadiperkirakanjumlahcurahhujanmelebihi 25 mm, sebelumairnyamencapaiskala 25 mm tutupkrannya, kemudianlakukanpembacaandancatathasilnya. Kemudianbuangairnyadanlanjutkanpengukuranterhadap air yang masihtersisa di bakpenakarhujan obs. Setelahselesaijumlahkansemuahasilpengukuran yang sudahdilakukan.
  • Padawaktumelakukanpembacaanletakkangelasukurpadabidang yang rata/dataruntukmenghindarikesalahanpembacaanakibatkesalahanparalak.

Nama Alat : PsycrometerStandar
Terdiridari 4 buah thermometer :
  • Thermometer Bola Kering
  • Thermometer Bola Basar
  • Thermometer Maksimum
  • Thermometer Minimum
FungsiAlat : Untukmengukursuhuudaradankelembabanudaradengansatuanderajatcelciunsertapersen
Cara Pengamatan :
  • Thermometer BK menunjukansuhuudara
  • Thermometer BB digunakanmencarikelembabanudaradenganbantuan Table.
  • Thermometer BB, bola air raksaharusselalubasahdenganmenggunakanKain muslin yang selalubasaholeh air murni
  • Thermometer maksimumdigunakanuntukmencarisuhumaksimumdalamsehari. Pembacaan jam 12.00 UTC atau jam 20.00 Wita
  • Thermometer minimum digunakanuntukmencarisuhu minimum dalamsehari. Pembacaan jam 00.00 UTC atau jam 08.00 Wita

Nama Alat : SangkarMeteorologi
Fungsi : Tempatmeletakkanperalatanmeteorologi (Psycrometer)
Cara Pengamatan :
  • Keterangan :Berventilasi, doubeljarucimengalirkanudaramasuk-keluar.
  • KegunaanSangkarMeteorologi :
    • Menahantiupananginkencang
    • Menghindariradiasimatahari
    • Menghindaritetesan air hujan
    • Menghindaripenjalaranradiasisuhulokalbaikdariudaramaupundaritanah
  • Hal yang perludiperhatikan :
    • Pintusangkarmenghadaputaraselatan
    • Sangkardicatputih agar memantulkancahaya (WMO)

Nama Alat : Hook Gauge dan Still Well
Fungsi :
  • Hook Gauge :Alatuntukmengukurperubahantinggipermukaan air dalampanci.
  • Still Well : Tempatdiletakkannya hook gauge
Cara Pengamatan :
  • Hook Gauge :
    • Alatiniberupabatangberskaladansebuahsekrupulir yang beradapadabatangtersebut yang digunakanuntukmengaturletakletakujungjarumpadapermukaan air di dalampanci.
    • Sekrupuliriniberfungsisebagaimikrometerdengan 50 bagianskala.
    • Satuputaranpenuhmikrometermenunjukkanperubahanujungjarumsetinggi 1 mm.
    • Cara pengukuranPutarsekruppengaturpada hook gauge pelan-pelansampaiujungjarumtepatberadapadapermukaan air.
    • Angkat hook gauge dancatatsekala yang ditunjukkanpadasekrupmikrometer.
  • Still Well : Bejanainimembuat air dalambejanamenjaditenangdibandingkandengan air padapanci, sehinggapenyetelanujungpancingdapatlebihmudah di lakukan

Nama Alat : Thermometer apungmaksimumdan minimum
Fungsi : Mencatatsuhumaksimumdan minimum air yang terjadiselama 24 jam.
Cara Pengamatan :
  • Suhumaksimumditunjukkanolehujungkananindeksdlam thermometer atasdansuhu minimum ditunjukkanolehujungkananindeksdalamtabungbawah. Untukmenyetelkeduduknaindekskembali, setelahsuhudibaca di gunakan magnet batang.

Nama Alat : Thermometer Tanah Gundul
Fungsi : PengukurSuhutanahgundul

  • Satuan : DerajatCelcius
  • Keterangan : Kedalaman 0 cm,2 Cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 30 Cm,50 Cm, 100 cm.
  • Benda kuningpada thermometer 50 cm dan 100 cm adalahparapin yang berfungsi agar ketikaalattersebutdibacamakasuhutidakberubah.
  • Data suhutanahinidigunakandalamkegiatanpemupukantanah.

Nama Alat : Thermometer Tanah Berumput
Fungsi : PengukurSuhutanahBerumput

  • Satuan : DerajatCelcius
  • Keterangan : Kedalaman 0 cm,2 Cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 30 Cm,50 Cm, 100 cm.
  • Benda kuningpada thermometer 50 cm dan 100 cm adalahparapin yang berfungsi agar ketikaalattersebutdibacamakasuhutidakberubah.
  • Data suhutanahinidigunakandalamkegiatanpemupukantanah.



Nama Alat : Thermohygrograph
Fungsi : PencatatSuhuudaradanKelembabanUdara (Nisbi)
Cara Pengamatan :
  • Keterangan : PiasharianatauMingguan
  • Satuan :DerajatCalcius&Prosentase (%).
  • Sensor Suhuterbuatdarilogam, bilaudarapanaslogammemuaidanmenggerakanpenakeatas, bilaudaradinginmengkerutgerakanpenaturun
  • Sensor Kelembabanudaraterbuatdarirambutmanusia, bilaudarabasah
  • Rambutmemanjangdanbilaudarakeringrambutmemendek



3.2  PEMBAHASAN

3.2.1 Taman alat

  Dalam melakukan pengamatan terhadap unsure-unsur metereologi, tentu memerlukan beberapa alat yang tepat dalam pengukuran. Ketelitian dalam suatu pengamatan tergantung oleh beberapa faktor, diantaranya ketelitian alat, obserfasi, metode yang digunakan sertas pemasangan penempaan alat-alat. Oleh karena itu hasil pengamatan dari berbagai stasium metereologii dan klimatologi dapat dibandingkan pengamatan alatnya harus sama. Berbagai macam alat berada di BMKG kediri seperti Campbell Stokes, Alat Pengukur Hujan Type Hellman, Alat Penakar Hujan Tipe OBS (Observatorium), Psychrometer Standart, Open PanEvaporimeter, ,Termometer tanah berumput, Termometer Tanah Gundul, Anemometer, Thermohygrograph, Lysimeter.Alat-alat tersebut disusun dengan rapi dan ditaruh ditempat yang terbuka juga segar, hal ini dilakukan agar hasil data yang ditampilkan dapat dipercaya 100% atau akurat. Untuk mempermudah hal terseut maka semua stasiun metereologi dan klimatologi harus dibuat taman alat dan sangkar metereologi untuk memgamankan alat-alat tersebut.
3.2.2             Macam-macam alat

 1.Sangkar metereologi
Sangkar  metereologi dipasang dalam taman alat yang berbentuk seperti rumah. Dalam sangkar metereologi dipasang alat-alat seperti termometer bola kering dan thermometer bola basah, termometer maximum dan minimum. Ke semua alat ini dipasang didalam sangkar agar hasil pengamatan dari tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan. Selain itu alat dapat terlindungi dari raiasi matahari langsung (panas), hujan(dingin), dan debu, sehingga data yang diperoleh dapat akurat.
          Sangkar metereologi haruslah dibuat dari kayu yang kuat agar tahan terhadap berbagai perubahan cuaca. Sangkar sengaja di cat putih agar tidak banyak menyerap panas matahari. Sangkar metereologi di pasang di atas tanah dengan ketinggian 120 cm. kaki sangkar sengaja dipasangi beton agarkuat walaupun tertiup angin kencang. Pada dinding sangkar ini dibuat kisi-kisi yang memungkinkan terjadinya aliran udara sehingga temperature dan kelembapan dalam sangkar seimbang dengan diluar sangkar. Adapun pintu sangkar menghadap ke utara dan keselatan. Hal ini dikarenakan agar alat yang ada didalamnya tidak terkena radiasi matahari secara langsung. Jika matahari ada di utara khatulistiwa maka pintu yang menghadap ke selatan yang buka, begitu juga sebaliknya.

      2. Alat Pengukur Curah Hujan
            Alat pengukur curah hujan ada dua macam yaitu alat pengukur curah hujan tipe Hellman dan alat pengukur curah hujan OBS (observatorium)
a) Alat Pengukur Hujan Type Hellman.
Alat ini bekerja secara otomatis, tingginya 150 cm dari permukaan tanah. Alat ini berfungsi untuk mengukur besarnya curah hujan dalam satu hari tau 24 jam dalam satuan (mm) pengamatan yang dilakukan dimulai pada jam 07.00 pagi.
Bagian - bagian alat:
· Mulut corong yang berpungsi sebagai tempat masuknaya air hujan yang berdiameter 200 cm
· Logam selubung alat yang berbentuk selinder dan berpintu lebar.
· Penampung air
· Pelampung yang terdapat dalam penampung air.
· Pias Hellman yang dipasang melingkar pada selinder Hellman tempat grafik tertera,
· Peana penacatatan sebagai pencatat intensiatas hujan apada grafik,
· Jam Hellman ayang berbentuk selinder ayang berputar lengkap dengan kunci pemutar
· Pipa penghubung corong dengan pelampung.
· Pipa Happel yang berfungsi seabagai tempat  yang dilalui air lebih yang tumpah adari pelampung.
· Gelas ukur berskala.

Cara Kerja Alat :
Pada saat terjadi hujan, air huajan ayang jatuh akan masuak kedalam mulut corong kermudian diteruskan dalam saluran pelampung. Bila huajan berlanhsung terus, maka pelampung akan terangkat adan pena pencatat akan terangkat pula dan akan membentuk grafik pada kertas pias, bila pena pencatat telah menunjukakan angka 10 maka penah tersebut akan kembali ke angka nol begitu seterusnya sampai hujan berhenti adan apabiala air dalam pelampung telah penuh maka pada kertas pias akan terdapat dua garis yaitu:
- Garis vertical yang menunjukkan besar kecilnya curan hujan.
- Garis horizontal yang menunjukkan jam (waktu) sealama turunnya hujan.

Jumlah curah hujan dalam sehari berdasarkan grafik yang ditunjukkan pada kertas
pias dapat dihitung dengan rumus :
(d x 10) + Y mm
dimana :
d  = Berapa kali tecapai curah  hujan dalam 10 mm
Y =  nilai skala  terakhir yang ditunjukkan  pada grafik

      Pada setiap penggunaan pias baru , pena harus dikembalikan pada angka nol. Jika curah hujan setempat rendah dan penah tidak mencapai angka nol , maka kita dapat menambahkan air dengan bantuan gelas ukur dengan ketentuan bahwa air yang ditambahkan harus ducatat jumlahnya.
Misalnya : Keduduakan terakhir dari pena pencatat menunjukkan 7mm maka untuk mengembalikan ke skala nol harus ditambah air dalam tabung sebanyak 3 mm. Setelah skala nol pias Hellman kembali pada selinder jam tersebut. Setelah kertas pias terpasang maka selinder jam dikembaliakan pada tempat semuala setelah kunci pemuta pernya diputar, sehingga selinder terpawang dengan posisi teagak pada sumbu putarnya.

b) Alat Penakar Hujan OBS
Alat ini bekerja secara manual, alat ini terbuat dari aluminium yang bentuknya menyerupai sebuah tabunh yang berbentuk corong, alat ini diacat putih atau cat perak untuk menghindarkan pengaruh radiasi sinar matahari yang menyebabkan penguapan. Pada mulut corong dibuat menyempit untuk menghindarkan terjadinya penguapan. Alat ini mempunyai tinggi 120 cm  dari permukaaan tanah yang diletakkan pada tempat terbuaka.
Alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah curah huajan yang jatuh pada permukaan tanah selama 1 hari (24) jam, curah hujan ini dicatat dan diamati pada jam 07.00 pagi.

Bagian-bagian alat:
·         Mulut corong, berdiameter 100cm berfungsi sebagai tempat masuknya air hujan.
·         Penampung, untuk menampung air semenatara.
·         Kran, berfungsi untuk mengeluarkan air dari penampung.
·         Gelas ukur, berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan.
·         Dasar alat, berfungsi sebagai tempat tumpuan alat.
Cara kerja:
Air hujan yang jauh kepermukaan bumi akan masuk melalui mulut corong dan diteruskan kedalam bak penampung yang dialirkanmelalui pipa sempit yang ada diujung corong penakar, air dalam tabung tersebut ditakar dengan cara air yang berada dalam reservoir dikeluarkan melalui kran dan diamasukkan dalam gelas ukur.Penunjukan intensitas air dalam gelas ukur menunjukkan jumlah curah hujan dalam 1 hari (24 ajam)
           Bila tidak ada hujan,maka data ditulis (-)
           Bila hujan lebih kecil dibulatkan ke nol (0)
           Bila hujan lebih besar dari nol ditulis (1)

3.Psychrometer Standart
Psychrometer standart  terdiri dari 4 termometer antara lain :
·         Termometer bola kering
·         Termometer bola basah
·         Termometer maksimum
·         Termometer minimum

1.Termometer bola  kering
Alat  ini berfungsi  untuk  mengukur  kelembaban udara.
            Pada  prinsipnya alat ini hampir sama dengan thermometer bola  basah yang membedakan hanya  pada  cara  kerjanya. Alat ini  bekerja  melalui proses pemuatan. Jika  suhu naik, air raksa dalam pipa kapiler akan memuai  dan bergerak naik.
            Cara  menghitung dengan  rumus:
            RH = (BK – BB) X Tabel
            Suhu  udara  rata-rata = 2 x jam 7 + jam 14 +jam 15 
                                                                       4
            jadi selisih  angka  yang diperoleh  dari  alat itu,  merupakan besarnya  kelembaban pada saat itu. Tetapi apabila ledua  alat tersebut hasilnya sama maka  ini  berarti kelemmbaban udara  dalam keadaan jernih.

2.Termometer bola  basah
   Alat ini berfungsi untuk mengukur  suhu  udara. Pada saaat pengukuran alat  ini dipasang berdampingan dengan bola  kering pada  tiang statis.
               Termometer ini terdiri  dari tabung gelas yang  didalamnya terdapat  pipa kapiler. Pada ujung yang  lain  dihubungkan dengan air yang ada  pada  bak (dihubungkan dengan  kain  muslin dan  baik air  dihubungkan dengan udara luar)
Cara  kerja :
               Termometer  bola basah dalam  proses kerjanya  dihuibungkan dengan udara luar  melalui  kain  muslin  yang  dihubungkan dengan air. Pada dasarnya  alat  ini bekerja  melalui  proses penguapan. Pada saaat  suhu naik maka  air yang ada  pada kain  muslin akan menguap sehingga  air  raksa  dalam  pipa kapiler  bergeak turuin dan  mennyusut

3. Termometer  maksimum
        Thermometer  ini berfungsi untuk mengetahui suhu maksimum dalam jangka waktu  tertentu,  biasanya  dalam jangka  waktu satu hari. Tetapi  di atas  reservoid terdapat suatu bagian yang  se mpit karena adanya  stip  kaca. Jika  suhu naik air raksa  dalam reservoir akan memuai dan dipaksa melalui bagian sempit  ke  dalam pipa  kapiler. Jika  suhunya  turun, air raksa dalam  pipa  kapiler tidak  kembali dalam reseervoir  karena tertahan bagian yang sempit.
Bagian-bagian  alat
1.         Reservoir  air  raksa
2.         Pipa  kapiler berskala
3.         Penyempitan
4.         Indeks

4.Termometer  minimum
           Termometer  ini  berfungsi untuk mengukur  suhu  terendah dalam waktu tertentu  yaitu  dalam waktu satu  hari. Di dalam pipa  kapiler  terdapat stip  kaca  karena  reaksi alkohol tidak  seberapa  cepat. Maka reservoir  termometer ini dapat  dibuat dalam bentuk tapak kuda.

Bagian-bagian  alat
1.               Pipa  kapile
2.               Stip  kaca
3.               Reservoir  alkohol
4.               indeks
Cara kerja :
Jika terdapat  penurunan suhu udara maka  alcohol dalam reservoir akan  menyumbat sehingga alcohol dalam pipa kapiler akan  mengisi  ruang hampa yang terjadi dalam reservoir, sehingga indeks yang ada dldam pipa  kapile  ikut menggesser sesuia dengan penurunan  suhu udara saaat  itu
            Bila suhu udara  naik, maka  alcohol akan memuai mengisi  atau mendesak alcohol dalam  pipa  kapiler  sehingga  permmukaannya akan  naik. Namun indeks akan teap  pada  tempatnya. Bila suhu  udara turun lagi dan lebih  rendah dari semula  maka alcohol dalam pipa kapiler  akan turun dan  lebih  rendah dari  yang semula.sehingga alcohol daam pipa  kapiler  akan  turun dan tingginya sesuai  dengan angka yang  ditunjukkkan dalam  suatu indeks. Jika s uhu udara turun lagi sampai  di bawah angka  penurunan yang kedua,  ini merupakan suhu udara  yang terendah yang tercapai dalam  periode  tersebut. Dan bila  periode harian,  maka  waktu  pengamatan hanya dilakukan satu  kali yaitu pada  waktu siang hari sebagai waktu pengamatan kedua dari pengamatan cuaca  yang pada umumnya dilakukan pada setiap stasiun. Sedangkan pengamatan pada periode/hari berikutnya, maka permukaan alkohol pada pipa kapiler harus dikembalikan dengan cara  indeks dimiringkan  kea rah  suhu  yang tinggi.
            Temperatur yang terendah dan tecapai  pada  suatu saat  ditunjukkan oleh  suatu stip kaca yang terdapat dalam bejana  kapiler. apabila temperatur itu turun maka  stip kaca dibawa oleh  kekuatan  alcohol, akan tetap  pada  tempatnya jika temperature naik. Jadi  ujung stip menunjukkan temperature yang  terendah.

 4.  Pengukur Penguapan
            Penguapan adalah proses  perubahan air menjadi uap. Uap air  di udara berasal dari  penguapan air  di bumi. Kondensasi dan presipitasi  ini mengembalikan air  ke bumi. Alat pengukur  penguapan ini adalah EVAPORATION PAN (OPEN PAN) alat  ini berfungsi untuk  mengetahui besarnya  penguapan  radiasi langsung dari matahari.
Bagian-bagian  alat
  1. Panci,  untuk menampung  air yang berdiameter 120 cm dan tinggi 30 cm
  2. Hook geuge (batang  berskala), untuk mengetahui ketinggian air dalam panci
  3. Bejana,  untuk  menempakkan hook geuge sehingga mudah pembacaan
  4. Kayu  penopang, untuk  penyangga  panci sehingga tidak  bersentuhan dengan tanah karena  tanah  menngandung panas yang akan menambah  penguapan
  5. Termometer  air, untuk mengukur suhu air  permukaan.
      Rumusnya:

                        Thermometer maksimum -  termometer minimum
2

Cara  Kerja :

Panci penguapan  diisi air setinggi 20 cm sehingga di atas rongga 5 cm pengukuran dilaksanakan  pada  permukaan air dalam keadaan  tenang di dalam tabung peredam riak. Untuk mengukur dan membaca skalanya, maka tabung  pengaman didekatkan ke panci dengan maksud agar  permukaan air tetap  tenang dan tidak  terlalu  bergelombang. Sesudah  itu sekrup patrol diputar sambil melihat ujung  panci dari hugging  di dalam tabung  pengaman. Sekrup pengontrol  yaitu berada  di atas penyangga hugging  berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan skala. Jika sekrup itu diputar kembali ke kanan maka tiang skala turun  angka  yang  dibaca adalah  angka  yang terdapat tegak lurus demngan sekrup pengontrol. Adapun skala yang trrtera pada skala adalah angka (1)  sampai (100)
            Sedangkan termometer yang berada di  atas  permukaan air adalah  termometer  maksimum  dan termometer minimum. Termometer ini terletak di atas pelampung sehingga mempunyai  perahu, yang   pada kedua  termometer ini baik  maksimum maupun minimum  berada  di  tengah atau anntara kedua  sisi pengukuran termometer maksimum.. termometer minimum yang kecil setelah  di  tengah dan berguna sebagai  alat pengukur  suhu atau  temperatur  minimum  air panci. Sedangkan termometer maksimum besar  berguna untuk mengukur suhu max air dalam panci.

5.  Alat  Pengukur  Lamanya  Penyinaran Dan  Intensitas   Matahari

a. Campbell Stokes
Fungsi alat ini yaitu untuk mengetahui lamanya penyinaran matahari dalam satuan jam/persen, lamanya penyinaran yaitu 12 jam. Sinar matahar yang ditangkap oleh bola kaca yang sifatnya mengumpulkan sinar ketitik api yang tepat pada kertas pias. Maka kertas itu akan terbakar apabila terajadi penerimaan radiasi sinar matahari,  dari berkas-berkas yang terbakar ini dapat ditentukan berapa lama matahari bersianar pada hari tersebut.


Bagian-bagian  alat:
·         Bola kaca  pejal  berdiameter 10 – 15 cm  berfungsi meneima  sinar  matahari  yang  difokuskan pada suatu  titik
·         Penahan (sumbu bola yang dihubungkan dengan lingkaran sumbu bola berfungsi untuk pengatur lintang  antara  bola  kaca dengan pengukur  lintang tempat
·         Busur  meridian mengatur sudut kemiringan lensa
·         Sekrup pengunci
·         Sekrup pengatur letak horizontal  tubuh alat
·         Tempat pias  yang  menghadap timur  barat
·         Kerangka alat
·         Dasar alat
·         Water  pas

Cara  memasang  bagian-bagian alat :
·         Alat  diletakkan  di atas tembok dengan ketinggian 120 cm
·         Tubuh alat  diletakkan horizontal
·         Sumbu bola mengarah sebelah  utara- selatan
·         Kemiringan lensa bola  bersama dengan kertas  pias harus disesuaikan dengan derajat lintang bumi setempat, setelah mencapai kemiringan yang tepat. Sekrup pengunci agar posisinya  tidak berubah.
·         Lensa  bola  diatur sedemikian bola agar  jarak timur-barat sama  panjang
            Kertas  pias Campbell Stokes
            Kertas pias dipasang pada  pagi hari jam  07.00 dan  dilepas pada sore hari jam 18.00. Kertas  pias ada  3 macam,  yaitu :
·         Pias  garis lurus
·         Pias  lengkung panjang
·         Pias  lengkung pendek
            Kertas  pias  hanya  terbakar jika  kekuatan  dinar matahari 0,3  kalori atau lebih. Selisih antara  lebar kertas dengan parit  kurang  lebih 0.3 mm sehingga  musah dipasang dan dilepaskan terutama pada  waktu basah  oleh air  hujan. Tebal kertas kurang lebih 0,4 mm. garis tanda  jam berwarna putih melintang terhadap pembakaran.
            Ketiga  jenis  pias tersebut di atas  dipasang berdasarklan dengan letak  matahari
·         Pias garis lurus  dipasang pada  bulan agustus
·         Pias  lengkung dipasang pada bulan  juni
·         Pias  lengkung pendek dipasang  pada bulan april

Cara  kerja
            Pada saat matahari  bersinar cerah (yaitu intensitas radiasi sinar  matahari sama  atau lebih besar dari 0,3  kalori cm-2 menit -1) Sinar  yang jatuh pada  bola  kaca akan dikumpulkan dan difokuskan pada suatu titik dan diarahkan pada kertas  pias. Kertas  pias  akan m,enerima  sinar dalam benntuk  titik  api dan meninggalkan  bekas  terbakar pada  kewrtas  pias-pias ini akan cekungan logam yang  terdapat  ada  titik api  oki panjang  bekas  terbakar pada  kertas  pias merupakan  lama penyinaran sinar matahari.

·         Kertas  lengkung  panjang digunakan selam periode "Summer"  setempat
·         Kertas  pias  garis  lurus digunakan selama  periode "Ekeuinoke" setempat
·         Kertas pias lengkung pendek digunakan selama periode "winter' setempat lama penyinaran matahari juga dapat dinyatakan dengan  persentase selain dinyatakan dengan waktu saja.
·         Contoh perhitungan
·         Jika lama penyinaran matahari dinyatakan dengan waktu maka besarnya adalah sesuai dengan hasil pengukuran skala.
·         Sedangkan untuk menyatakan persentase maka besarnya dapat diperoleh dari rumus-rumus

b. Radiameter Gun Bellani
            Berfungsi untuk mengukur  intensitas  matahari secara komulatif pada suatu  periode (harian) yang  dinyatakan dalan suatu kalori.

Bagian-bagian  alat
  1. Bola timah  hitam  yang  dilapisi oleh zat hidroskopis yang  berfungsi  untuk mennyerap sinar matahari
  2. Bola kaca
  3. Air murni
  4. pipa  kaca  berskala
           Tinggi alat  secara  keseluruhan adalah 64 cm. Radiator  Gun bellani ini dipasang pada  sebuah tabung yang ditanam di dalam tanah.  Juga yang nampak dari luar  hanya  bola kacanya karena ada  pennyangga  bola kaca yang  posisisnya sejajar dengan per mukaan tanah sehingga  sinar matahari dapat jatuh dengan  tepat pada  alat.sehingga  pipa  kaca dari alat ini tersem bunyi dalam tabung di dalam tanah.
Cara  kerja:
Sinar matahari pada  pagi  hari pertama kali tiba pada permukaan kuba kaca, kemudian diteruskan lewat ruang  hampa dalam bentuk panas dan  tiba pada permukaan berwarna hitam. Warna hitam pada tembaga dimaksudkan agar semua radiasi tiba dipermukaan bola tembaga dan dirubah dalam bentuk energi kalor. Sehingga keadaan suhu dalam tabung bertambah. Suhu yang tinggi itu digunakan untuk menguapkan ait dalam bola hitam. Makin tinggi intensitas radiasi matahari makain banyak pula air yang menguap, uap ini selanjutnya akan masuk kedalam tabung buret. Sehingga uap air tadi dirubah dalam bentuk cair.
Untuk mengetahui intensitas yaitu dengan melihat jumlah air yang tertampung dalam tabung skala, kemudian langsung dibalik sampai air dalam pipa terserap kedalam bola hitam (kemudian dibaca sebagai pembacaan pertama) setelah itu alat dimasukkan kembali kedalam tanah .

6.Alat Pengukur Temperatur Tanah

a. Termometer tanah berumput
Berfungsi untuk mengukur temperatur atau suhu tanah berumput pada masing-masing kedalamannya.

Bagian –bagian alat
1.      Termometer tanah berbengkok yang ditanam dalam tanah pada kedalaman yang berbeda. Termometer tanah berengkok ini adalah merupakan perubahan bentuk thermometer air raksa. Termometer ini mempunyai kedalaman yanh berbeda yaitu 0 cm, 2 cm, 5cm, 10 cm, 20 cm, dan sudut kemiringan 45 derajat..
2.      Termometer tanah tipe siwon dengan kedalaman 50 dan100 cm (disebut juga termometer berselubung loagam).
Prinsip Kerja
Alat ini bekerja berdasarkan proses pemuaian, jika suhu naik maka air raksa dalam reservoir akan naik.
Cara kerja alat:
Thermometer ini terdiri dari 7 buah alat yang pada bagian bawahnya ditanam dalam tanah, apabila alat ini terkena sinar matahari, maka suhutanah akan naik menyeababkan air raksa dalam reservoir thermometer akan naik dan menunjukkan sakaala pada pipa.
Aplikasinya pada pertanian:
Aplikasinya pada pertanian untuk mengetahui suhu tanah ayang berumput dan tanaman lain seperti kelapa sawit dan jenis tanaman lainnya.

b.      Termometer Tanah Gundul
Termometer ini sama dengan termometer berumput yang membedakan hanya pada jenis tanahnya yaitu tanah gundul dan tanah berumput.
Prinsip kerjanya :
sama dengan termometer tanah berumput yaitu melalui proses pemuaian.
Cara Kerja :
Pada dasarnya cara kerja dari alat ini hampir sama dengan termometer tanah berumput yaitu jika suhunya naik maka air raksa dalam reservoir akan naik dan menunjukkan skala pada pipa.

Aplikasi pada pertanian
Kita dapat mengetahui dengan mudah jenis tanaman yang dapat tumbuh seperti tanaman yang berumur pendek misalnya kacang-kacangan, padi dan berbagai jenis tanaman yang cocok untuk tanah gundul.

7.Alat pengukur kecepatan angin
a.         Cup counter Anemometer
Alat ini berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin rata-rata.
Cup anemometer ada 3 jenis yaitu:
1.      Cup conter yang tingginya 0,5 meter
2.      Cup counter yang tingginya 2 meter
3.      Cup counter yang tingginya 6 meter
Bagian- bagian alat
·         Buah mangkok yang berpungsi untuk menangkap angin
·         counter (bilangannya) berfungsi mengetahui kecepatan angin.
·         Tiang pennyangga yang berfungsi untuk menyangga alat.
Prinsip Kerja:
Pada dasarnya alat ini akan bekerja jika angin bertiup dari situlah kita dapat mengetahui berapa kecepatan angin dengan memperhatikan alat tersebut
              Cara Kerja:
Mangkok akan berputar karena tertiup angin dan akan berputar maka angka yang terdapat pada counter akan bertambah bilangannya dari counter tersebut akan diketahui arah dan kecepatan angin rata-rata. Dalam satuan km/ jam.


3            Data yang didapat

Lama penyinaran matahari adalah lamanya matahari bersinar cerah sampai permukaan bumi dalam periode satu hari mulai dari terbit sampai terbenam yang dinyatakan dalam satuan waktu, yaitu jam. Lama penyinaran matahari ini seringkali tidak penuh satu hari. Hal ini dapat disebabkan karena sinar matahari terhalang oleh awan, aerosol atau kabut. Intensitas radiasi matahari diartikan sebagai banyaknya atau jumlah energi dari cahaya matahari yang diterima bumi, pada luas tertentu serta jangka waktu tertentu. Satuan yang banyak digunakan adalah : kalori/cm2/menit disebut juga Langley per menit, ditulis ly/menit. Dalam atmosfer bumi terdapat bermacam-macam radiasi seperti :
a.          Direct Solar Radiation (S) yaitu radiasi langsung dari matahari yang sampai ke permukaan bumi.
b.         Radiation Difus (D) yang berasal dari pantulan-pantulan oleh awan dan pembauran-pembauran oleh partikel-partikel atmosfer.
c.          Surface Raflectivity (r) yaitu radiasi yang berasal dari pantulan-pantulan oleh permukaan.
d.          Out Going Terrestial radiation (O), yaitu radiasi yang berasal dari bumi yang berupa gelombang panjang.
e.          Back Radiation (B) yaitu radiasi yang berasal dari awan-awan dan butir-butir uap air dan CO2 yang terdapat dalam atmosfer.
f.          Global (total) Radiation (Q).
g.        Net Radiation (R).
Dengan banyaknya jenis radiasi yang terdapat di dalam atmosfer berarti banyak pula alat-alat yang diperlukan untuk mengukur radiasi langsung (S). Misalnya :
1.        Amstrong Pyrheliometer
Pyrheliometer dipakai untuk mengukur intensitas radiasi matahari langsung (S). Pyrheliometer terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu sensor yang menghasilkan gaya gerak listrik dan recorder yang berisi battery, galvanometer dan amperemeter. Sensor berada didalam sebuah tabung/silinder logam yang dapat diputar horizontal dan vertikal. Tabung diputar mengikuti gerakan matahari sehingga sinar selalu jatuh tegak lurus ke permukaan sensor. Pada bagian ujung/ muka tabung terdapat tutup yang dapat diputar terhadap permukaan silinder. Penutup ini berfungsi sebagai pelindung sensor terhadap matahari dan juga sebagai pemutus dan penghubung kontak listrik.
2.        Solarimeter dan Pyranometer
Digunakan untuk mengukur radiasi matahari total. Untuk memperoleh data intensitas matahari secara kontinue, Solarimeter dihubungkan ke sebuah alat pencatat yang dinamakan Chart Recorder yang mempunyai sifat Self Balancing Potentiometric yaitu suatu recorder yang bekerjanya berdasarkan keseimbangan antara signal (tenaga listrik yang masuk berasal dari Solarimeter dengan tenaga listrik dari power supply. Gerakan dan kedudukan pena ditentukan oleh keseimbangan kedua unsur tersebut. Dengan demikian recorder ini memerlukan tenaga listrik yang diperlukan selain untuk keseimbangan juga untuk menggerakkan pias (Chart) dan jam. Recorder ini sangat peka terutama ketika sedang beroperasi, sedapat mungkin dihindarkan terhadap getaran-getaran yang dapat mengganggu keseimbangan.
3.        Pyrgeometer untuk mengukur radiasi bumi (O)
4.        Net Pyrradiometer untuk mengukur radiasi total (R)



BAB IV PENUTUP
 4.1  KESIMPULAN
- Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca dalam ruang dan waktu yang terbatas.
-      Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca secara umum dalam waktu yang lebih lama dan pada daerah relatif luas.
-      Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat, dalam waktu singkat dan pada suatu tempat atau daerah tertentu yang lingkupnya sempit.
-     Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang.
-      Dalam Meteorology dan Klimatologi mengkaji aspek-aspek dan fenomena alam yang berkaitan dengan cuaca dan iklim. Namun semua dapat dilaksanakan dengan berbagai macam alat bantu sehingga semua dapat dikaji secara mudah tanpa mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran.
-      Alat - Alat Metereologi yang biasa digunakan untuk melakukan penelitian keadaan cuaca di permukaan bumi terdiri dari, Penakar hujan OBS, Penakar Hujan Otomatis Tipe Hilman, Open Pan / Evaporimeter, Cup Coenter Anemometer, Wind Vane Dan Force Indikator, Termometer Tanah, Thermometer Bola Kering Dan Termometer Bola Basah, Termometer Maximum dan Thermometer Minimum, Piche evaporrimeter, Gun Bellani, Cambell Stokes dan lain sebagainya. Ini merupakan alat bantu yang diguankan untuk meperoleh hasil pengukuran secara mudah.
-      Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mempunyai fungsi untuk melakukan penulisan hasil pembacaaan atau pengukuran alat meteorology.
-  Iklim adalah hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pertanian/ perkebunan perlu stategi menghadapinya
SARAN
Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat memahami unsus-unsur pembentukan cuaca dan iklim, juga dapat mengetahui cara kerja alat-alat metereologi dan klimatologi
DAFTAR PUSTAKA
Trewartha, G.T Dan L.H Horn. 1995. Pengantar Iklim. Ugm Press. Yogyakarta

Pitts, D. R., And L. E. Sissom, 2001. Theory And Problems Of Heat Transfer. Second Edition.
Hasan,U.M.1970. Dasar-Dasar Meteorologi Pertanian.Pt.Soeroenngan, Jakarta.
Handoko. 2003. Klimatologi Dasar. FMIPA-IPB, Bogor
Wisnubroto, S., 2005. Meteorologi Pertanian Indonesia. Mitra Gama Widya, Jakarta.
Anonim.2015.Klimatologi. http:/ /sophiadwiratna. unpad.ac.id. (Di akses tanggal 16 Juni 2015)
Anonim.2015. Agroklimatologi.http :// badaihxh.blogspot.com. (Di akses tanggal 16 Juni 2015)



LAMPIRAN

Persiapan Iktikaf

InsyAllah pada hari jum'at 15 maret 2024 ini Aku akan pergi melaksanalan indah iktikaf di masjid Yang mana indah ini adalah yang pertama...